Asesor UNESCO Kunjungi Geopark Danau Toba di Karo, Bupati Antonius Ginting Optimis Bakal Kembali Berstatus Green Card

Karo3233 Dilihat

Merek, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung proses Revalidasi dan Pengembangan Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO Global Geoparks (UGGp).

Komitmen ini diwujudkan melalui jamuan makan malam yang dipimpin langsung oleh Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, bersama Tim Asesor UNESCO dan para pemangku kepentingan lainnya, Rabu (23/07/2025), di Taman Simalem Resort, Desa Pengambatan, Kecamatan Merek.

Dalam sambutannya, Bupati Karo menegaskan bahwa pengakuan internasional terhadap Geopark Kaldera Toba adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, sektor swasta, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga keutuhan kawasan geopark, melindungi keanekaragaman hayati, serta melestarikan situs-situs geologi yang bernilai tinggi,” ujar Bupati.

“Tentu kita belum sempurna mengelolanya, masih ada kekurangan di sana sini. Tetapi kita terus berbenah, memperbaiki diri. Ini satu upaya kita meningkatkan pengelolaan Kaldera Toba,” katanya.

“Kami sangat berharap bahwa evaluasi ini akan memberikan kontribusi positif bagi pengembangan Geopark Kaldera lebih lanjut dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan warisan geologi,” tutur Bupati Karo.

“Dengan kunjungan UNESCO ini kita menunjukkan pada mereka bawah kita sudah menjalankan apa saja yang mereka rekomendasikan untuk diperbaiki,” lanjut dia.

“Dengan komitmen kuat dalam mendukung proses Revalidasi dan Pengembangan Geopark Kaldera Toba oleh UNESCO Global Geoparks (UGGp),
Geopark Kaldera Toba ini kita yakin

kembali meraih green card. Salah satunya lewat pelaksanaan event The 1st International Conference: Geotourism Destination Toba Caldera UNESCO Global Geopark 2025.

Asesor UNESCO: Penting Masyarakat Paham Betapa Spesialnya Danau Toba

Pada kesempatan itu, Tim Asesor UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB) Geopark (Taman Bumi) Kaldera Toba mengungkapkan, pentingnya masyarakat paham betapa spesialnya Danau Toba.

“Pemahaman ini menjadi kunci melestarikan Kaldera Toba,” ucap Asesor Geopark Kaldera Toba Jose Brilha.

Terutama, lanjut dia, para generasi muda tujuh kabupaten di Sumatera Utara perlu menyadari, bahwa selama ini mereka tinggal di tempat spesial danau vulkanik terbesar di dunia.

“Masyarakat yang tinggal dikelilingi oleh kawasan Danau Toba perlu memahami Geopark Kaldera Toba merupakan kombinasi warisan geologi, alam, dan budaya yang sangat berharga,” sebutnya.

Kawasan Danau Toba memiliki panjang sekitar 100 kilometer dengan lebar 30 kilometer dikelilingi tujuh kabupaten di Sumatera Utara, yakni Kabupaten Karo, Simalungun, Dairi Samosir, Toba, Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pengarah BP TCUGGp Dikky Anugerah menjelaskan, tujuan asesor UNESCO datang bukan untuk memeriksa atau mengaudit.

Tetapi, papar dia, memberikan masukan dan arahan karena pengelolaan Geopark Kaldera Toba dilakukan dari waktu ke waktu agar terus semakin baik.

“Mereka (Asesor) mengatakan tidak ada geopark yang sempurna, karena itu kita terus melakukan perbaikan, konsepnya berkelanjutan menjadi kunci dari penataan geopark ini,” tutur Dikky.

Seperti diketahui, Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) melakukan revalidasi status Taman Bumi Kaldera Toba dilakukan pada 21-25 Juli 2025.

Pada rapat UNESCO Global Geopark di Maroko pada 4-5 September 2023 menyatakan, kawasan Geopark Kaldera Toba mendapat kartu kuning dari UNESCO.

Kartu kuning adalah peringatan badan pengelola kawasan karena tidak memenuhi beberapa kriteria yang ditetapkan dan UNESCO meminta BP TCUGGp untuk melakukan perbaikan sebelum dilakukan revalidasi dua tahun kemudian.

Kartu kuning yang dilayangkan UNESCO pada 2023 terjadi karena dampak dari pandemi Covid-19 yang membuat pemeliharaan Kaldera Toba kurang maksimal. Minimnya jumlah wisatawan yang berkunjung karena terjadi pembatasan di masa pandemi membuat kawasan wisata tersebut kurang terurus

Revalidasi terhadap taman bumi atau geopark vulkanik terbesar di dunia itu akan diawali dengan serangkaian penilaian lapangan dan evaluasi dokumen pada sejumlah geosite atau situs geologi yang tersebar di kawasan Geopark Kaldera Toba.

Diperoleh informasi, selama di Kabupaten Karo, Tim Asesor UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan PBB) Geopark (Taman Bumi) Kaldera Toba akan meninjau Taman Simalem Resort (TSR), Air Terjun Sipisopiso, Tongging dan berakhir di Silalahi (Dairi). (R1)