Medan, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Aksi Daerah (RAD) Penataan Kawasan Perkotaan dan Kawasan Pariwisata yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Jumat (6/2/2026).
Rakor tersebut diikuti oleh 17 Pemerintah Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara merupakan tindak lanjut Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Rakor dilaksanakan setelah rangkaian kegiatan High Level Meeting (HLM) dan penandatanganan Roadmap Pengendalian Inflasi Daerah, sebagai bagian dari upaya terpadu Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjaga stabilitas pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Utara, Mohammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa penataan kawasan perkotaan dan kawasan pariwisata merupakan agenda strategis pemerintah daerah yang harus dilaksanakan secara serius dan berkelanjutan.
Menurut Gubernur, penataan kawasan tidak hanya berkaitan dengan estetika wilayah, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat serta peningkatan daya saing daerah.
Gubernur Sumatera Utara menyampaikan bahwa Rencana Aksi Daerah (RAD) yang disusun harus mampu menjawab berbagai persoalan nyata di lapangan, seperti pengelolaan sampah yang belum optimal, keberadaan kawasan kumuh perkotaan, reklamasi liar, serta pemanfaatan ruang yang belum tertib.
Selain itu, masih ditemui kabel utilitas dan penerangan jalan yang semrawut, trotoar dan ruang publik yang belum ramah pejalan kaki, reklame dan billboard yang tidak tertata, serta sistem drainase yang belum optimal sehingga memicu terjadinya genangan.
Bobby Nasution memetakan sedikitnya tujuh persoalan tata kota yang perlu ditangani secara serius. Ketujuh persoalan tersebut meliputi pengelolaan sampah, kawasan kumuh, reklamasi liar, kabel utilitas dan penerangan, trotoar, reklame dan papan reklame, serta drainase.
“Papan reklame misalnya, tolong dibuat peraturannya dengan benar agar tidak menumpuk di satu lokasi. Kabel komunikasi, internet, dan listrik yang masih semrawut agar dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Penerangan jalan, mungkin anggaran bapak/ibu tidak cukup, saran saya menggunakan KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha), seperti lampu dan pengelolaan sampah. Kalau anggaran terlalu minim, kita bantu,” kata Bobby Nasution.
Lebih lanjut, Bobby Afif Nasution mendorong penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten/Kota, dengan melibatkan seluruh OPD sesuai tugas dan fungsinya.
Ia menekankan pentingnya penyelarasan peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan agar implementasi RAD penataan kawasan dapat berjalan secara terpadu dan berkelanjutan.
Melalui rakor ini, Gubernur Sumatera Utara berharap seluruh pemerintah daerah mampu menyusun dan melaksanakan Rencana Aksi Daerah Penataan Kawasan Perkotaan dan Kawasan Pariwisata secara konsisten guna mewujudkan Sumatera Utara yang tertata, bersih, nyaman, dan berdaya saing.
“Ini kerja besar kita bersama, membersihkan sampah di tempat-tempat umum, jalan, dan fasilitas umum. Daerah harus punya strategi sendiri, terutama yang memiliki kawasan pariwisata. Kalau perlu, bentuk badan pengelolanya,” kata Bobby Nasution.
Pada kesempatan itu, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, menyampaikan penataan kawasan perkotaan menjadi isu penting yang disoroti Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution usai Rapat Koordinasi Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026.
Penataan kawasan perkotaan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap pariwisata, investasi, serta daya saing daerah.
Menurut Bupati, penataan kawasan perkotaan tidak hanya berkaitan dengan estetika wilayah, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat serta peningkatan daya saing daerah.
Penataan kawasan Pusat Pasar Berastagi yang gencar dilakukan Pemkab Karo dinilai Bupati berdampak langsung pada peningkatan pariwisata, investasi, dan daya saing daerah.
“Langkah ini penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat, indah, rapi dan bersihbagi wisatawan serta investor, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar daerah lebih kompetitif secara ekonomi,” ujarnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Gubernur, Surya, Pj Setdaprov Sumut Sulaiman Harahap, serta Forkopimda Sumut. Hadir pula 17 kepala daerah se-Sumut, OPD terkait Pemerintah Pemprov Sumut dan OPD terkait kabupaten/kota. (R1)
