DPRD Pakpak Bharat Sorot Proyek Pembangunan Hotmix Senilai Rp16 M Sudah Rusak, Rabat Beton Belum di Kerjakan!

Pakpak Bharat, Sumut4005 Dilihat

Salak, Karosatuklik.com – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pakpak Bharat mengaku kecewa terhadap hasil pekerjaan Pemeliharaan Peningkatan (Rekontruksi) jalan mulai dari Ulu Merah – Kuta Ujung dan Lae Mbulan.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pakpak Bharat Muji Burahman Manik, ST, didampingi Marihot Munthe (Sekretaris Komisi), M. Darwis Boangmanalu (Anggota Komisi) saat meninjau langsung hasil pekerjaan, Pemeliharaan Peningkatan (Rekontruksi) jalan mulai dari Ulu Merah – Kuta Ujung dan Lae Mbulan, Selasa (25/02/2025).

Hasil monitoring Komisi II DPRD di lokasi Pekerjaan, Pemeliharaan Rutin (Rekontruksi) pembangunan jalan Ulu Merah – Kuta Ujung – Lae Mbulan tersebut, Komisi II DPRD Kabupaten Pakpak Bharat Muji Burahman Manik, melihat dari dekat pengerjaan yang dilakukan oleh PT. Anugrah Bahari Sejahtera Mandiri, dengan Nilai Kontrak Rp 16.240.390,829,93 (Enam belas milyar dua ratus empat puluh juta delapan Ratus dua puluh sembilan sembilan tiga rupiah) menurutnya hal ini perlu di lihat dari dekat agar pekerjaannya benar-benar sesuai dengan bestek, tidak asal – asalan dan tepat waktu dalam penyelesaiannya.

“Namun faktanya, pekerjaan tersebut masih belum maksimal,” tegas Muji.

Hotmix Sudah Terkelupas

“Sesuai dengan amatan kami di lapangan, hotmix yang dihampar, saat ini sudah banyak yang terkelupas, asumsi kami bahwa saat di siram atau dihampar tingkat suhunya sudah berkurang, sehingga menyebabkan terkelupas,” kecamnya.

“Begitu juga dengan rabat betonnya masih belum di kerjakan sampai saat ini dan pekerjaan coran pinggir badan jalan sudah retak – retak dan diduga asal jadi,” sorotnya lagi.

“Padahal baru di kerjakan, ini sangat layak dipertanyakan, kenapa bisa hotmix baru siap dikerjakan sudah rusak, dan pekerjaan belum seluruhnya clear and clean,” jelas Muji mengaku kecewa.

Tujuan kita kemari adalah agar pekerjaan ini tidak di kerjakan asal – asalan saja, karena hal ini nantinya menyangkut kemaslahatan dan kepentingan kita bersama, nantinya jalan ini jika selesai akan lebih memudahkan kita dalam melewati jalan ini, mulai dari Ulu Merah, Kura Ujung dan Lae Mbulan, harap Muji,

Lebih lanjut, Muji Burahman Manik, mewakili Komisi II DPRD Kabupaten Pakpak Bharat meminta Pemerintah Pakpak Bharat mengawasi ketat pekerjaan yang dikerjakan pihak rekanan.

“Satu sisi kita mengapresiasi Pemkab Pakpak Bharat dalam melakukan percepatan pembangunan di segala bidang, terutama infrastruktur jalan yang sangat diharapkan masyarakat dalam menunjang laju perekonomian, namun disisi lain, perlu di awasi ketat dalam pekerjaannya sehingga pembangunan yang di kerjakan oleh rekanan bisa tepat waktu, tepat guna dan sesuai bestek, artinya kualitas hasil pekerjaan harus betul-betul sesuai standar yang diharapkan,” tegasnya.

Lebih jauh lagi, Muji katakan, sesuai dengan hasil wawancara pihaknya dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pakpak Bharat yang di wakili oleh Manotar Silalahi, ST, selaku Kabid Bina Marga mengatakan bahwa pekerjaan ini masih kurang (KDP) yang artinya masih progres 93 % sementara di bayar 88 % dari seluruh total biaya.

“Untuk itu mari kita kawal kita awasi dan jaga bersama-sama pembangunan jalan ini, karena semua ini adalah dari kita untuk kita dan demi kemajuan kita bersama,” simpul dia. (WES)

Baca Juga:

  1. Komisi II DPRD Pakpak Bharat Cek Proyek Pekerjaan Jalan Ulu Merah – Kuta Ujung dan Lae Mbulan
  2. Pengaspalan Jalan Dengan Hotmix Senilai Rp2.5 M di Pakpak Bharat Belum Siap Dikerjakan
  3. Proyek Miliaran Pembangunan Jaringan Perpipaan Air Baku Food Estate Pakpak Bharat Belum Rampung
  4. Proyek Balai Budaya Senilai Rp 6 M di Pakpak Bharat Tak Rampung Berstatus KDP dan Didenda
  5. Sarana Air Bersih Sapo Pulo Diharapkan Mampu Jawab Kebutuhan Air Minum di Pakpak Bharat