Kabanjahe, Karosatuklik.com – Setiap tanggal 13 Desember, Indonesia memperingati Hari Nusantara, sebuah momen penting untuk merayakan keberagaman, kekayaan sumber daya alam, dan budaya Indonesia sebagai negara kepulauan yang terletak di persimpangan Asia dan Australia, serta Samudra Pasifik dan Hindia.
Peringatan ini bertujuan untuk memperkuat rasa persatuan dan kesatuan di antara seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Tahun 2024 menjadi momen yang sangat relevan untuk merefleksikan pentingnya menjaga persatuan dalam menghadapi tantangan global dan domestik yang semakin kompleks.
Seiring dengan tantangan yang dihadapi oleh negara kepulauan seperti Indonesia, pemahaman tentang pentingnya memperkuat persatuan dan kesatuan wilayah NKRI semakin mendalam.
Hal ini terungkap saat Pemerintah Kabupaten Karo bersama Forkopimda menggelar Upacara Bendera Peringatan Hari Nusantara Tahun 2024 yang berlangsung di Lapangan Apel Kantor Bupati Karo Jalan Letjen Jamin Ginting Kabanjahe, Jumat (13/12/2024).
Upacara yang dipimpin Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting, sebagai Inspektur Upacara ini berjalan khidmat dan penuh semangat kebangsaan.
Sejumlah pejabat penting turut menghadiri upacara ini, di antaranya Anggota DPRD Karo, Rapi Ginting, Waka Polres Tanah Karo, Kompol Zulham, SH, S.Kom, MH, MM, Kasdim 0205/TK, Mayor Inf. Joni Sibero, yang mewakili Dandim 0205/TK, Danton Letda Inf. Supratman, yang mewakili Danyon Inf 125/Simbisa dan unsur SKPD dan ASN Pemerintah Kabupaten Karo.
Peserta upacara terdiri dari personel Kodim 0205/TK, Yonif 125/Simbisa, Polres Tanah Karo, jajaran OPD Pemkab Karo, pelajar SMA dan SMP, serta Pramuka.
Dalam kesempatan tersebut, deklarasi Djuanda dibacakan, menegaskan komitmen bangsa dalam menjaga kedaulatan dan kesatuan wilayah Republik Indonesia sebagai negara kepulauan.
Wakil Bupati Karo, Theopilus Ginting, menyampaikan pentingnya menjaga semangat kebhinekaan dan keutuhan NKRI.
“Kita semua memiliki tanggung jawab besar dalam merawat Nusantara, bukan hanya secara fisik tetapi juga nilai nilai persatuan dan keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa ini,” ujarnya.
“Peringatan Hari Nusantara bukan sekadar mengenang sejarah Deklarasi Djuanda, tetapi juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memahami betapa pentingnya menjaga keutuhan wilayah Indonesia dari ancaman eksternal dan internal,” ujar Wabub Theopilus Ginting.
“Oleh karena itu, memperingati Hari Nusantara juga berarti memperingati nilai kebersamaan dalam keberagaman, dan bagaimana kita bisa memanfaatkan perbedaan sebagai kekuatan untuk memperkuat Indonesia,” pesannya.
Dalam perspektif semangat kearifan lokal, bahwa “kam kap aku, aku kap kam,” yang artinya kita semua saudara sebangsa se-Tanah Air Indonesia, tutur Wakil Bupati.
Merawat Keberagaman Memperkuat Persatuan dan Kesatuan Nusantara
Senada, Waka Polres Tanah Karo, Kompol Zulham, juga sekilas menyampaikan sejumlah hal penting terkait Nusantara. “Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.504 pulau dengan lebih dari 6.000 pulau yang berpenghuni. Keberagaman geografis, budaya, dan etnis ini adalah potensi besar, namun sekaligus tantangan tersendiri untuk menjaga persatuan dan kesatuan,” ungkap dia.
Wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan terpisah oleh laut, sering kali menjadi pemicu ketegangan dalam berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, hingga sosial budaya.
“Oleh karena itu, memperingati Hari Nusantara menjadi momentum yang sangat penting untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman, serta mewujudkan kesatuan di antara wilayah-wilayah yang terpisah oleh laut,” ajak Waka Polres Tanah Karo.
Persatuan Indonesia sangat bergantung pada bagaimana masyarakat dan pemerintah memperkuat hubungan antarpulau dan daerah.
Sebagaimana dinyatakan oleh Benedict Anderson dalam bukunya Imagined Communities (1983), bahwa negara-nation atau bangsa sering kali terbentuk melalui simbol-simbol yang mengikat masyarakat dalam ruang dan waktu yang sama. Dalam konteks Indonesia, simbol-simbol, seperti Hari Nusantara, memainkan peran penting untuk mengikat keberagaman menjadi sebuah kesatuan bangsa yang utuh.
“Keberagaman Indonesia, baik dalam aspek budaya, suku, agama, maupun bahasa, adalah sebuah kekayaan yang harus dikelola dengan baik untuk memperkuat persatuan dan kesatuan. Dalam rangka merayakan Hari Nusantara, penting untuk mengingatkan kembali bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki kontribusi yang signifikan dalam pembangunan negara. Sebagai negara kepulauan, kekayaan budaya dan sumber daya alam di seluruh Nusantara, termasuk di Kabupaten Karo, merupakan modal sosial yang harus dihargai, dirawat dan dilestarikan,” pesannya. (R1)
Baca Juga:
- Pemkab Karo Gelar Peringatan Hari Nusantara 2022
- Pemkab Karo Gelar Peringatan Hari Nusantara 2023: Hidupkan Kembali Visi Maritim
- Kunjungi Ibukota Nusantara, Bupati Karo Hadiri Arahan Presiden RI di Istana Garuda
- Presiden Resmikan Taman Kesuma Bangsa IKN Nusantara
- Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara IKN