Medan, Karosatuklik.com – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengajak masyarakat menjaga persatuan di tengah keberagaman etnis sekaligus berdoa agar kabut asap yang menyelimuti Kota Medan segera berlalu.
Ajakan itu disampaikan Rico saat menghadiri puncak perayaan tradisi budaya Karo, Merdang Merdem 2026, di Lapangan Benteng, Medan, Sabtu (17/10/2026) malam.
Dalam sambutannya, Rico Waas menyampaikan bahwa tradisi Merdang Merdem merupakan wujud rasa syukur atas berkat Tuhan bagi tanah yang subur.
“Setiap tahunnya kita merayakan tradisi budaya suku Karo yakni Merdang Merdem sebagai bentuk rasa syukur yang diberikan Tuhan kepada bangsa kita, pada daerah-daerah kita yang subur.
Mudah-mudahan negara kita semakin maju, negara kita semakin subur, rakyatnya semakin makmur, kita semuanya sehat, dan juga apa yang kita cita-citakan sebagai bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur dapat terwujud,” ujar Rico.
Di hadapan warga yang hadir, Rico menegaskan bahwa keberagaman suku merupakan bagian dari identitas Kota Medan yang harus dirawat bersama.
Ia menyebut masyarakat Medan terdiri dari berbagai etnis, mulai dari Suku Karo, Batak, Jawa, Minang, Aceh, India, Tionghoa, Nias, hingga kelompok masyarakat lainnya.
Rico Waas juga menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan di antara 2,5 juta jiwa warga Medan yang multietnis mulai dari Karo, Batak, Jawa, Minang, Aceh, India, Tionghoa, Nias, hingga suku-suku lainnya.
Ia juga mengulas sejarah panjang kota yang didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi hingga menjelma menjadi kota metropolitan yang maju seperti saat ini.
”Biarlah kita berbeda-beda suku, tetapi kita semua bangga bahwa Medan adalah bagian dari suku Karo, dan suku Karo adalah bagian tak terpisahkan dari Kota Medan.
Mari kita junjung tinggi persatuan untuk membangun negara yang lebih baik,” tegas Rico Waas di hadapan ribuan warga yang hadir termasuk tokoh-tokoh masyarakat Karo dari berbagai daerah.
Di tengah suasana sukacita budaya tersebut, Wali Kota Medan memberikan perhatian khusus pada kondisi lingkungan kota saat ini.
Rico Waas mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa bersama agar paparan kabut asap segera surut sehingga aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
“Mari kita berdoa bersama, mudah-mudahan kabut asap ini segera berlalu dan kita bisa beraktivitas kembali normal seperti sediakala,” ajaknya.
Malam puncak perayaan ditutup dengan momen hangat dan penuh keakraban. Wali Kota Medan turun langsung ke tengah lapangan untuk menari landek bersama masyarakat Karo dan para tamu undangan.
Perayaan Merdang Merdem 2026 ini turut pula dihadiri Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen Tarigan, unsur Forkopimda Kota Medan, Pj Sekda Kota Medan Erfin Fachrurrazi, serta Pimpinan Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Medan.
Tujuan dari tradisi ini adalah untuk memelihara ketenangan dan keseimbangan dalam kehidupan masyarakat serta membangun komunikasi antar anggota keluarga yang sudah lama tidak bertemu. Kegiatan ini merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Sang Pencipta. (R1)
