Pakpak Bharat Terbuka jadi Daerah Konservasi, Bupati Franc: Bisnis yang Menggiurkan dan Salah Satu Sumber Ekonomi Baru

Pakpak Bharat, Sumut2439 Dilihat

Salak, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menyatakan kesiapan menjadikan wilayahnya sebagai kawasan konservasi alam.

Hal itu disampaikan Bupati Franc Bernhard Tumanggor saat membuka Rapat Rencana Pemetaan Potensial Areal Preservasi bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, Senin (11/05/2026).

Pertemuan ini bertujuan mengidentifikasi potensi lahan sekaligus menyusun strategi perlindungan ekosistem daerah. Rapat ini digelar bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara guna menghitung potensi areal preservasi sebagai upaya perlindungan ekosistem di Kabupaten Pakpak Bharat.

Dalam arahan dan sambutannya, Kepala BBSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani menjelaskan, kondisi Kabupaten Pakpak Bharat yang hampir 80 persen adalah kawasan hutan, sangat terbuka besar untuk menjadi area konservasi.

Dia juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat atas upaya pelestarian satwa dilindungi.

“Kami mengapresiasi bapak Bupati beserta jajaran yang konsisten menjaga kawasan ekosistem di Pakpak Bharat,” sebut Novita Kusuma Wardani.

Dari hasil kerja sama dengan TaHuKaH kemarin misalnya, setelah dua tahun akhirnya ada kabar gembira dimana orng utan Sumatera yang di sini disebut Mawas melintasi jembatan kanopi buatan yang dibangun bersama oleh BB KSDA Sumatera Utara, TaHuKah dan Pemerintah Pakpak Bharat di jalan lagan-pagindar.

“Sejauh ini belum ada konflik antara mawas dengan masyarakat. Kami samgat mengapresiaisi ini,” ucap Novita Kusuma Wardani.

Sementara itu Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menyampaikan, wilayah Pakpak Bharat sangat terbuka sebagai kawasan konservasi, yang diharapkan juga bisa menjadi salah satu sumber ekonomi baru bagi masyarakat Pakpak Bharat.

Berbicara tentang satwa ini adalah salah satu hobby saya. Menurut saya, kita harus hidup berdampingan dengan satwa. “Saya melihat potensi hutan di sini yang sangat besar, yang bisa kita kembangkan menjadi salah satu wisata, mungkin wisata buru bagi hewan yang tidak dilindungi,” imbuh Bupati.

Menurut saya adalah bisnis yang sangat “menjanjikan” diluar konservasi. Prinsipnya, saya setuju Pakpak Bharat memiliki kawasan konservasi, mungkin Siranggas, Sicike-cike atau di mana. Mudah-mudahan bisa kita kembangkan bisa menjadi kawasan berburu,” kata Bupati.

“Saya melihat setelah TPL dihentikan operasinya, di sana populasi rusa sudah mulai meningkat, ada juga siamang sering saya dengar suaranya. Ini bagus,” ungkapnya.

“Intinya pasti kami dukung, dengan menerbitkan Perda juga, jadi sepanjang untuk kepentingan bangsa dan negara, kita dukung,” ucap Bupati dalam arahannya. (WES)

Bagikan Ke :