Pemkab Karo Sambut 143 Peserta Jelajah Wisata Budaya 2026, Bupati Antonius Ginting Promosikan Potensi Wisata Karo

Karo2386 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol. (Purn.) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, sambut para peserta Welcome Dinner Jelajah Wisata Budaya ke-4 yang berlangsung di Sinabung Hills Berastagi Kabupaten Karo, Selasa (6/10/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Komando Tarigan, SP, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekda Kabupaten Karo, dan seluruh undangan.

Sebanyak 143 peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 tiba di Berastagi, Kabupaten Karo, melanjutkan rangkaian perjalanan wisata setelah mengikuti kegiatan table top di Hotel Selecta Medan.

Rombongan yang terdiri atas pelaku industri pariwisata, buyer dan peserta dari dalam maupun luar negeri itu bertolak dari Medan sekitar pukul 14.30 WIB menuju kawasan wisata kota dingin Berastagi.

Even Jelajah Wisata Budaya ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pariwisata Kabupaten Karo kepada para peserta, wisatawan, buyer, pelaku usaha pariwisata, serta tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Tanah Karo Miliki Kekayaan Wisata Budaya

Dalam sambutannya, Bupati Antonius Ginting menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta di Bumi Turang, Tanah Karo Simalem.

Ia menyampaikan bahwa Kabupaten Karo memiliki kekayaan pariwisata yang sangat beragam, mulai dari keindahan alam pegunungan, udara yang sejuk, kawasan wisata Danau Toba, Geopark, wisata Gunung Api Sinabung, wisata alam Gunung Sibayak, Gunung Sipiso Piso, Air Terjun Sipiso Piso, Hotspring Raja Berneh, pertanian dan agrowisata, desa wisata, kuliner khas, seni tradisi, hingga kekayaan budaya Karo yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Pariwisata bukan hanya tentang tempat, tetapi juga tentang pengalaman, termasuk ketika wisatawan merasakan keramahan masyarakat Karo,” ujar Bupati Karo.

Menurutnya, kehadiran Jelajah Wisata Budaya ke-4 Tahun 2026 Medan – Kabupaten Karo merupakan kesempatan yang baik untuk mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem pariwisata, baik pemerintah, pelaku usaha, buyer, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Bupati Antonius Ginting berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada kunjungan wisata semata, tetapi dapat mendorong lahirnya kerja sama dan paket-paket wisata baru yang lebih berkualitas serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Harapan kita ke depan, pariwisata di Tanah Karo Simalem sebutan lain Kabupaten Karo menjadi pariwisata yang maju, berkelanjutan, berbasis budaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memperkenalkan Kabupaten Karo sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Utara yang memiliki keindahan alam, udara yang sejuk sepanjang musim, kekuatan budaya, keramahan masyarakat, serta pengalaman wisata yang beragam.

Ia berharap peserta, terutama pelaku industri perjalanan wisata, tidak hanya menikmati keindahan Tanah Karo, tetapi juga memperoleh pengalaman positif terhadap fasilitas dan pelayanan pariwisata yang tersedia.

“Sampaikan kepada dunia bahwa di Sumatera Utara ada sebuah daerah yang memiliki alam yang indah, budaya yang kuat, masyarakat yang ramah, dan pengalaman wisata yang patut untuk dikunjungi.

Mari kita bangun pariwisata Karo dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan berkelanjutan,” ajak Bupati Antonius Ginting.

Jelajah Wisata Budaya Medan – Kabupaten Karo

Jelajah Wisata Budaya ke-4 yang berlangsung 5–8 Oktober 2026 mengangkat Kota Medan dan Kabupaten Karo sebagai destinasi utama. Berbeda dengan tiga penyelenggaraan sebelumnya yang berpusat di kawasan Danau Toba, JWB tahun ini diarahkan untuk memperluas produk wisata Sumatera Utara dengan menghubungkan potensi Medan dan Karo.

Kegiatan yang digelar Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Sumatera Utara tersebut juga menjadi ruang pertemuan antara buyer dengan pelaku usaha pariwisata.

Pesertanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura dan Thailand.

Ketua Umum DPP ASPPI Azwani Awi mengatakan peserta diharapkan membawa pulang pengalaman dan informasi mengenai destinasi yang dikunjungi untuk kemudian ditawarkan kepada wisatawan.

Skema tersebut diharapkan membuat perjalanan wisata Sumatera Utara tidak hanya terkonsentrasi pada satu destinasi, melainkan berkembang menjadi satu rangkaian perjalanan Medan–Karo–Danau Toba.

Sebelumnya, rangkaian JWB ke-4 dibuka di Medan. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut para peserta dalam welcome dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin (5/10/2026) malam.

Rico memperkenalkan Medan sebagai kota multikultural dengan kekuatan wisata sejarah, budaya dan kuliner. Sejumlah destinasi seperti kawasan Kesawan, Kota Tua, Istana Maimun, Masjid Raya, Taman Sri Deli dan Lapangan Merdeka diperkenalkan sebagai bagian dari wajah pariwisata Kota Medan.

Salah seorang peserta buyer JWB, H. Amsyal, Direktur Widy Holidays, mengaku puas dengan pelaksanaan kegiatan hari kedua.

Ia menilai kegiatan semacam JWB penting karena mempertemukan langsung pelaku usaha perjalanan dengan destinasi dan penyedia jasa wisata. Dengan melihat langsung produk wisata di lapangan, buyer memiliki gambaran lebih utuh sebelum menawarkan paket perjalanan kepada pasar.

JWB ke-4 berlangsung hingga 8 Oktober 2026 dengan rangkaian perjalanan di Medan, Berastagi dan kawasan wisata Kabupaten Karo lainnya, sebelum peserta melanjutkan agenda berikutnya dalam upaya memperkenalkan lebih luas potensi pariwisata Sumatera Utara. (R1)

Bagikan Ke :