Jakarta, Karosatuklik.com – Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri secara khusus menitipkan pesan mendalam yang ditujukan bagi generasi muda Indonesia dalam peringatan 30 tahun Kerusuhan 27 Juli atau Kudatuli.
Megawati memandang anak muda Indonesia harus memiliki empat nilai yang harus menjadi pedoman, demi mewujudkan cita-cita bangsa ke depan.
Pesan itu dituliskan Megawati usai melihat pameran sejarah dan arsip foto ‘Meretas Jalan Demokrasi’ di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa.
Berikut pesan Megawati yang ditujukan bagi anak muda Indonesia dan warga negara Indonesia:
“Anak Muda Indonesia, INGAT!! Keyakinan, Keteguhan, Keberanian, Kesabaran HARUS selalu ada dalam sanubarimu. 4 INI jadi 1 yang disebut: KEBENARAN PASTI MENANG (Satyam Eva Jayate)”.
“Untuk WARGA NEGARA INDONESIA: Warganegara mempunyai HAK yang sama di mata HUKUM!!!”
“Megawati Soekarnoputri – Presiden ke V RI. Selasa, 27/7/2026.”
Saat Megawati menulis pesan itu, Prananda, Hasto dan jajaran pengurus DPP PDIP dengan sabar menunggu diselesaikannya tulisan tersebut. Lalu, Megawati dan Prananda berpose foto dengan latar belakang pesan dari putri Bung Karno tersebut.
Sebelum memulai menggoreskan pesan tersebut, Megawati meminta diambilkan dingklek atau tangga pendek karena ingin menulis di bagian atas.
Prananda Prabowo pun terlihat memegang punggung sang Ibundanya dari belakang, saat Megawati mulai menggoreskan pena berwarna putih, menulis di sisi bagian atas.
Saat memberi keterangan pers, Megawati mengungkapkan alasan diri menulis pesan mendalam bagi anak muda Indonesia dengan mencantumkan Presiden Kelima RI, bukan sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.
“Karena yang mestinya nanti membawa sejarah bangsa ini ya kalian ini loh, nih muda-muda ini! Tolong jangan melongo! Mikir! Dan masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi Indonesia,” tegas Megawati.
Sebelum menuliskan pesan tersebut, Megawati yang didampingi oleh putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo menyempatkan diri untuk menonton tayangan video terkait peristiwa penyerangan kantor DPP PDI pada 27 Juli 1996.
Saat menonton Megawati turut didampingi para jajaran pengurus DPP PDIP, pemikir kebhinekaan Sukidi dan seniman Butet Kartaredjasa.
Selama tayangan video berdurasi lebih 30 menit itu, Megawati tampak memerhatikan secara serius tiap cuplikan gambar. Ia juga terharu saat menyaksikan para pendukungnya mendapat kekerasan saat peristiwa Kudatuli.
PDI Perjuangan Gelar RedTalk sebagai Wadah Dengar Suara Anak Muda
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menggelar forum RedTalk sebagai wadah untuk mendengar suara anak muda, di Malang, Jawa Timur, Sabtu (25/7/2026).
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan bagi pihaknya, suara anak muda merupakan suara idealisme lantaran pemuda belum terikat dengan berbagai kepentingan.
“Dialog akan membincangkan tentang Indonesia punya kita, bukan hanya milik segelintir elit politik maupun ekonomi,” tutur Said dalam keterangan tertulis.
Dengan begitu, kata dia, akan dibahas bagaimana imajinasi anak anak muda tentang Indonesia masa depan, tantangannya, dan kritik terhadap perilaku antargenerasinya.
Ia menilai anak muda masa kini memiliki pengalaman yang berbeda jauh dengan era Generasi Boomer saat masih muda.
Dikatakan bahwa anak muda masa kini, yakni Generasi Y dan Z beserta generasi awal Gen A telah hidup dalam ‘dua dunia’, yakni dunia nyata dan dunia digital.
Menurutnya, akses digital telah menjadi jembatan anak anak muda masa kini menjangkau seluruh dunia, menjumpai berbagai peristiwa, dan pengalaman yang jauh lebih komplek dibanding Generasi Boomer saat muda.
Dia menyebut hal itu yang menyebabkan anak anak muda masa kini bisa jauh lebih kritis mencerna keadaan, sebab mereka bisa membandingkan dengan situasi diberbagai wilayah.
“Karena itu dibutuhkan pola komunikasi yang dialogis dengan anak muda masa kini,” ungkap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut.
Atas dasar itu, Said menuturkan RedTalk digelar dalam 2 tahun terakhir sebagai cara PDIP mendengar suara anak muda.
RedTalk pada tahun kedua ini akan digelar di Malang Creative Center. Sebagai pemantik dialog, RedTak menghadirkan sejumlah tokoh pemuda, antara lain Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (Unibraw) Selvi Asna Prestianawati, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Suko Widodo, serta Komika Abdel Achrian Komika.
Ada pula pemantik diskusi berlatar belakang aktivis, antara lain Kafitan Aidil Fitra Sukirman dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unibraw, Wakil Koordinator BEM se-Malang Raya Aryo Bimo Soebagio, Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Malang Mochamad Ali Firdaus, serta Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang Benny Miftahul Arifin.
Said pun mengajak segenap anak muda di Malang Raya untuk berdiskusi bersama, mencintai Indonesia dengan menceritakan sejumlah gagasan, tentang pendidikan, kebebasan akademik, masa depan perekonomian, ruang kreatif, dan sejumlah hal yang menjadi kegelisahan anak anak muda saat ini. (R1/Ant)
