Pesta Budaya Karo “Mbure Ate Tedeh” Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penguatan Persatuan di Binjai

Binjai, Sumut2386 Dilihat

Binjai, Karosatuklik.com – Pemerintah Kota Binjai mendukung pelaksanaan Pesta Budaya Karo “Mbure Ate Tedeh” Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka Kota Binjai, Sabtu malam (6/6/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya melestarikan adat, seni, dan budaya Karo di tengah derasnya arus modernisasi dan globalisasi.

Mewakili Wali Kota Binjai, Sekretaris Daerah Kota Binjai Chairin F. Simanjuntak dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan budaya tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi untuk melepas rindu atau mbure ate tedeh, melainkan juga menjadi benteng pertahanan budaya bagi generasi muda agar tidak kehilangan identitasnya.

“Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, identitas budaya harus tetap kita jaga agar tidak tergerus oleh zaman.

Kepada generasi muda Karo, saya berpesan agar terus mencintai dan mempelajari budaya sendiri. Kenalilah bahasa, adat istiadat, seni, dan sejarah leluhur kita,” ujarnya.

Ia juga menyoroti keberagaman yang dimiliki Kota Binjai sebagai miniatur Indonesia, yang dihuni oleh berbagai suku, agama, dan budaya.

Menurutnya, keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi faktor pemisah di tengah masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Kota Binjai menekankan beberapa hal penting, di antaranya penguatan semangat gotong royong melalui kebersamaan dan sikap saling menghormati, menjadikan nilai-nilai luhur budaya sebagai fondasi pembangunan Kota Binjai yang maju dan sejahtera, serta menjaga harmonisasi sosial antarumat beragama dan antarsuku sebagai modal utama pembangunan yang berkelanjutan.

Di akhir sambutannya, ia berharap Pesta Budaya suku Karo “Mbure Ate Tedeh” dapat berjalan sukses dan terus dilaksanakan secara berkala sebagai wadah pemersatu masyarakat Kota Binjai.

Sementara itu, Ketua Marga Silima Kota Binjai, H. Sampe Tuah Ginting, menyampaikan harapannya agar kegiatan budaya etnis Karo dapat terus berlanjut dan berkembang pada masa mendatang, sehingga warisan budaya leluhur tetap terjaga, lestari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Dengan adanya acara seperti Mburo Ate Tedeh ini, diharapkan kebudayaan suku Karo tetap terjaga kelestariannya di kota Binjai.

Mari kita terus menjaga, merawat dan melestarikan kekayaan budaya kita untuk generasi yang akan datang,” tutupnya. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar