Kabanjahe, Karosatuklik.com – Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang dan Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting mengikuti Apel Operasi Patuh Toba Tahun 2023 yang dilaksakanan di Mapolres Tanah Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Senin (10/07/2023).
Turut hadir pada kegiatan tersebut Ketua DPRD Kabupaten Karo, Iriani Br Tarigan, Ketua Pengadilan Negeri Kabanjahe, Nasri, SH, MH, Kasdim 0205/TK Mayor Cba J. Siboro, SE, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Karo, perwakilan Jasa Raharja, sejumlah Kepala OPD Pemkab Karo, tokoh masyarakat, insan pers dan tamu undangan lainnya.
Operasi Patuh Toba merupakan kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan angka pelanggaran kecelakan, dan angka fatalitas lalu lintas serta meningkatkan kepatuhan ketertiban dan displin masyarakat berlalu lintas. Operasi Patuh Toba akan dilaksanakan selama 14 hari, terhitung dari tanggal 10 – 24 Juli 2023.
Pada kesempatan itu juga, Bupati Cory Sriwaty Sebayang mengucapkan selamat datang di Kabupaten Karo dan selamat bertugas kepada Kapolres Tanah Karo yang baru yakni AKBP Wahyudi Rahman, SH, SIK, MM. Diketahui AKBP Wahyudi Rahman sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Dairi.
Sementara Kapolres Tanah Karo AKBP Ronny Nicolas Sidabutar mendapat jabatan baru sebagai Irbid Itwasda Polda Sumatera Utara.
Masih pada kesempatan itu, Bupati Cory Sriwaty Sebayang mengatakan, Pemerintah Kabupaten Karo siap mendukung Operasi Patuh Toba 2023 yang dilaksanakan Polres Tanah Karo, dengan mengikut sertakan OPD terkait pada kegiatan tersebut.
“Diharapkan kepada masyarakat Kabupaten Karo mendukung operasi ini dengan mengikuti aturan yang berlaku,” harapnya.
Cory Sriwaty Sebayang mengatakan, dengan mengikuti aturan yang berlaku, masyarakat sudah melindungi dirinya sendiri dari hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan berlalu lintas. “Ikuti aturan yang berlaku, maka kita sudah melindungi diri kita dari kecelakaan lalu lintas,” sebut Bupati.
Polda Sumut Gelar Operasi Patuh Toba 2023, Kapoldasu: Lebih Difokuskan Tilang Elektronik
Sebelumnya dikabarkan, Polda Sumut dan jajaran resmi menggelar kegiatan Operasi (Ops) Patuh Toba 2023 selama 14 hari, terhitung sejak 10 hingga 23 Juli 2023.
Kegiatan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Ops Patuh Toba 2023 di Lapangan Apel Mapolda Sumut, dihadiri unsur Forkopimda, Senin (10/7/2023) pagi.
Dalam sambutannya, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan, personel pelaksana Ops Patuh Toba 2023 tidak dibenarkan menggelar razia secara stasioner atau di tempat.
Petugas operasional hanya dibolehkan melakukan tindakan langsung terhadap pengendara melakukan pelanggaran dengan cara tilang elektronik (ETLE). Sedangkan tilang manual hanya bisa diberikan kepada pelanggar secara kasat mata.
“Tilang manual itu dilakukan jika dalam keadaan terpaksa. Apabila anggota kita melaksanakan patroli di jalan raya menemukan pelanggaran-pelanggaran kasat mata. Misalnya, menerobos lampu merah berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, melanggar rambu, marka dan sebagainya yang mengakibatkan bahaya keselamatan masyarakat, maka kita akan melakukan penegakan hukum,” tegas Panca saat menjadi Inspektur Upacara (Irup).
Tapi, sambung Panca, bisa juga personel melakukan teguran. Operasi Patuh Toba ini dilakukan dengan tindakan-tindakan berupa edukatif, persuasif, dan humanis.
“Tapi lebih diutamakan tindakan menggunakan ETLE,” ujar jenderal bintang dua tersebut.
Kata dia, Ops Patuh Toba 2023 melibatkan 1.345 personel bertujuan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) dengan target mengajak seluruh elemen masyarakat tertib berlalu lintas.
“Namun demikian, jika dalam kegiatan di jalan raya personel kita menemukan pelanggaran kasat mata, berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, maka kita juga akan melakukan penindakan baik teguran maupun penindakan hukum berupa tilang,” katanya. (R1)
Berita Terkait: Polres Dairi Gelar Pisah-Sambut, Ini Kesan Pesan AKBP Wahyudi yang Dipercaya jadi Kapolres Tanah Karo