Surin, Karosatuklik.com – Sejumlah pejabat militer Thailand pada Senin (7/9) memandu pengamat internasional dan awak media meninjau kompleks jaringan penipuan yang telah direbut, mencakup area seluas lebih dari 500 rai (sekitar 80 hektar) di dekat perlintasan Chong Chom, Provinsi Surin yang berbatasan dengan Kamboja.
Menurut Kantor Berita TNA, kunjungan pers yang dipimpin oleh Direktur Pusat Informasi Gabungan, Marsekal Udara Prapas Sornjaidee, bagi awak media dan Tim Pengamat ASEAN (AOT) itu memberikan akses ke Zona A fasilitas O Smach, yakni kompleks yang terdiri dari 157 bangunan, termasuk 29 bangunan yang diduga menjadi pusat operasi penipuan.
Pasukan Thailand merebut wilayah tersebut dalam bentrokan militer sebelumnya, setelah pasukan Kamboja dilaporkan menggunakan sejumlah bangunan tersebut untuk lokasi penembak jitu.
Dalam Pernyataan Bersama pada 27 Desember 2025, pasukan militer tetap disiagakan di sejumlah posisi taktis yang telah ditetapkan.
Hasil pemeriksaan mengungkap adanya tiruan ruangan kantor polisi yang dilengkapi dengan seragam aparat penegak hukum negara asing, latar belakang untuk ruang interogasi, serta naskah percakapan yang ditujukan untuk menargetkan korban di sejumlah negara termasuk China, Indonesia, Brazil, Australia, Singapura, dan Vietnam.
Kompleks tersebut juga memiliki ruang penilaian yang digunakan untuk menguji pekerja untuk teknik penipuan.
Pejabat militer juga memperlihatkan fasilitas Rumah Sakit Zhongnan sebagai satu-satunya bangunan medis di kawasan kompleks.
Kepolisian Thailand mengungkap fasilitas tersebut memiliki ruang operasi dengan merujuk kepada laporan penyelidikan dugaan pengambilan organ tubuh manusia dalam kasus penganiayaan terhadap pekerja.
Menandai sembilan bulan kendali militer atas area itu, yakni pada 8 September 2026, para pejabat mengatakan bahwa lokasi itu tetap tidak disentuh, dengan bangunan yang rusak, genangan air, serta berbagai perlengkapan terbengkalai.
Pasukan keamanan Thailand telah memasang penghalang sementara di gerbang perbatasan Chong Chom untuk mencegah pengintaian dan provokasi lintas batas. (Ant)
