Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pada perayaan Idul Fitri tahun ini, Pemkab Karo sudah melakukan berbagai persiapan mulai dari memastikan ketersediaan bahan pangan di sejumlah pasar setempat untuk masyarakat dan dalam rangka pengendalian inflasi selama Ramadhan.
Selain itu, Pemkab Karo memastikan harga bahan pangan terjangkau masyarakat menjelang Lebaran Idul Fitri 2026, menggelar pasar murah selama Ramadhan.
Hal itu disampaikan Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, saat memimpin Apel Gabungan di halaman Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Senin pagi (16/03/2026)
Untuk memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas, Bupati juga mengaku telah melakukan peninjauan ke sejumlah pos pengamanan dan pelayanan di kabupaten tersebut.
Bupati Karo memastikan kelancaran dan kenyamanan berlalu lintas bagi para pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Karo.
Dalam arahannya di hadapan seluruh ASN dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karo, Bupati menekankan tiga poin krusial terkait kondisi ekonomi terkini, penataan wilayah, hingga etika digital.
Ketiga poin tersebut yakni:

1. Merayakan Idulfitri dengan Kesederhanaan
Situasi ekonomi yang lesu menjelang Idul Fitri 1447 H (2026), Bupati Antonius Ginting mengimbau seluruh masyarakat dan aparatur sipil negara untuk merayakan hari kemenangan dengan penuh makna namun tetap bersahaja. Hal ini ditekankan mengingat kondisi ekonomi global dan daerah yang sedang mengalami tantangan.
“Saya berharap pelaksanaan Idulfitri tahun ini dilaksanakan sebaik mungkin namun tetap sesederhana mungkin. Kita harus peka bahwa situasi ekonomi saat ini sedang tidak stabil. Jangan memaksakan diri, yang terpenting adalah esensi ibadah dan silaturahminya,” ujar Bupati.
Ajakan untuk merayakan secara sederhana bertujuan agar warga dapat melewati masa-masa ketidakpastian ekonomi dengan tetap mempertahankan kehangatan Idul Fitri tanpa beban finansial yang memberatkan.
2. Sinergi “Indonesia Asri” dan Penataan Drainase
Menindaklanjuti program keasrian lingkungan, Bupati menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Lingkungan Hidup, dan dinas terkait lainnya untuk memperkuat kolaborasi.
Fokus utama diarahkan pada estetika kota dan fungsi drainase guna mencegah banjir serta genangan air.
“Karo harus asri. Saya minta Dinas PUTR, Perkim dan Lingkungan Hidup bekerja sama membenahi wajah daerah kita. Terutama saluran pembuangan air atau drainase, pastikan berfungsi dengan baik agar tidak ada sumbatan yang merusak infrastruktur dan kenyamanan warga,” tegasnya.
3. Bijak dalam Penggunaan Teknologi
Di akhir amanatnya, Bupati Karo juga menyoroti penggunaan perangkat teknologi di lingkungan kerja maupun keluarga. Ia mengingatkan agar penggunaan smartphone (HP) harus membawa dampak produktif, bukan justru menjadi penghambat kinerja atau pemicu masalah sosial.
“Gunakanlah HP sesuai dengan kebutuhan dan sebagaimana mestinya. Jangan sampai teknologi justru menjauhkan yang dekat atau membuang waktu produktif kita. Gunakan untuk hal-hal yang mendukung kinerja dan penyebaran informasi positif dan memotivasi,” tutupnya. (R1)













Komentar