Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo mengimbau masyarakat mematuhi zona aman menyusul peningkatan status aktivitas vulkanik Gunung Sinabung menjadi Waspada (Level II) berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tanggal 1 Agustus 2026.
“Penetapan ini tertuang dalam Surat Plt. Kepala Badan Geologi Nomor 1321.Lap/GL.03/BGL/2026 sebagai hasil pemantauan perkembangan aktivitas terkini,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo Gelora Putra Ginting di Karo, Sumatera Utara, Selasa.
Pihaknya menjelaskan peningkatan status dilakukan mengingat adanya potensi bahaya erupsi baik tipe freatik maupun magmatik yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sehubungan dengan hal itu, seluruh elemen masyarakat maupun pengunjung diminta mematuhi ketentuan keamanan yang telah ditetapkan, yaitu tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta wilayah dalam jangkauan radius radial dua kilometer dari puncak gunung.
“Khusus pada sektor selatan hingga timur, pembatasan wilayah berlaku hingga jarak 3,5 kilometer dari puncak Gunung Sinabung,” ucapnya.
Selain itu, warga yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu di kawasan gunung diminta senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya lahar dingin.
Zona Bahaya dan Larangan
- Radius 2 kilometer: Warga dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam jarak 2 km dari puncak.
- Radius 3,5 kilometer: Batas aman diperluas khusus untuk sektor selatan hingga timur.
- Desa relokasi: Orang-orang dilarang masuk atau beraktivitas di desa-desa lama yang sudah dikosongkan.
Imbauan Keselamatan
- Ancaman lahar: Warga dekat sungai yang berhulu ke gunung harus waspada saat hujan lebat.
- Info resmi: Ikuti selalu berita dari Badan Geologi, PVMBG, atau Pemerintah Kabupaten Karo dan jangan percaya kabar bohong.
Sekilas Gunung Sinabung :
Gunung Sinabung adalah gunung berapi kerucut yang terletak di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Indonesia. Gunung Sinabung memiliki ketinggian sekitar 2.460 meter di atas permukaan laut dan terletak sekitar 40 km di sebelah barat laut kota Medan.
Gunung Sinabung telah aktif sejak awal abad ke-20, dengan letusan terakhir tercatat pada tahun 2018. Letusan besar terakhir terjadi pada tahun 2010 dan 2014, yang mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan lingkungan yang cukup besar di sekitarnya.
Gunung Sinabung tergolong sebagai gunung api stratovolcano, yang terbentuk dari tumpukan lava dan material vulkanik lainnya. Gunung ini memiliki bentuk kerucut yang curam dan terdapat kawah di puncaknya. Kawah ini menjadi pusat letusan dan aktivitas vulkanik di dalamnya.
Meskipun terdapat bahaya dari aktivitas vulkanik Gunung Sinabung, gunung ini juga menjadi daya tarik wisata alam yang populer di Sumatra Utara. Beberapa jalur pendakian tersedia untuk para pendaki yang ingin menaklukkan Gunung Sinabung, meskipun pendakian ke gunung ini sangat tergantung pada status aktivitas vulkaniknya. (R1)
