Bupati Antonius Ginting Buka Event “Makan Buah Gratis”, Stand dan Pameran Produk UMKM Diserbu Pengunjung dan Wisatawan

Karo3447 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Festival Bunga dan Buah (FBB) Karo 2025, pada hari kedua semakin meriah dan semarak. Pasalnya, pada hari kedua pelaksanaan FBB, Jumat (01/08/2025), Bupati Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes secara resmi membuka event spesial “Makan Buah Gratis” yang digelar di Mini Stage Taman Mejuah-juah Berastagi.

Didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan, Ketua Panitia FBB Karo 2025 Dapat Kita Sinulingga, serta para kepala OPD dan pelaku usaha pertanian, Bupati Antonius Ginting menyampaikan bahwa event ini digagas untuk menyemarakkan festival dan sekaligus memperkenalkan buah-buahan lokal unggulan Karo kepada masyarakat luas.

“Makan buah gratis ini kita adakan guna menambah kemeriahan FBB Karo 2025. Kita ingin pengunjung bisa menikmati langsung buah-buahan segar khas dari Kabupaten Karo,” ujar Bupati Karo.

Tak lama setelah dibuka, tak ayal area event langsung dipadati pengunjung yang antusias menikmati buah segar hasil bumi Tanah Karo. Masyarakat dan wisatawan tampak sangat antusias mengikuti event yang memang sudah dinantikan.

Bupati Antonius Ginting juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku usaha lokal dan sponsor yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini melalui partisipasi langsung berupa dukungan logistik dan penyediaan buah.

Tinjau Stand dan Pameran Produk UMKM

Usai membuka event, Bupati dan Wakil Bupati Karo langsung meninjau stand-stand peserta pameran FBB Karo 2025. Mereka menyapa langsung para pelaku usaha, OPD, BUMN, dan BUMD yang berpartisipasi menampilkan produk unggulan dan karya kreatif daerah.

Bupati Antonius Ginting juga berinteraksi dengan ramah dan penuh semangat dalam sesi dialog bersama peserta pameran. Salah satu titik perhatian khusus Bupati adalah area “Kampung Kopi”, di mana beliau berdiskusi langsung dengan pelaku usaha kopi lokal sembari menikmati seduhan kopi khas Karo.

“Kita ingin mendengar langsung dari para pelaku usaha pertanian, agar kita tahu kebutuhan dan tantangan mereka, terutama untuk memperluas akses pasar,” ungkapnya saat berada di Kampung Kopi.

Event “Makan Buah Gratis” dan pameran produk UMKM ini juga menjadi bagian dari rangkaian besar kegiatan FBB Karo 2025 yang secara khusus difokuskan untuk mendukung penguatan sektor pertanian dan UMKM.

Sebelumnya, Bupati Antonius Ginting juga telah menandatangani kesepakatan bersama dengan pelaku usaha pertanian dan UMKM sebagai bentuk nyata komitmen Pemkab Karo dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Dukung terus Festival Bunga dan Buah Karo 2025 sebagai wujud kebanggaan terhadap hasil bumi, kreativitas, dan budaya Tanah Karo Simalem!

Seperti diketahui, tema yang diangkat pada Festival Bunga dan Buah Karo 2025 adalah ‘Karo Paradise Symphony’. Tema ini memiliki filosofis tentang bagaimana hubungan manusia dengan alam.

Pengambilan tema ini seakan menggambarkan tentang masyarakat Karo menjaga harmoni antara pertanian, tradisi, dan keindahan alam. Mengingatkan, alam telah memberikan hasil yang melimpah dan manusia untuk tetap menjaga keseimbangan ekosistem.

Deretan Artis Memeriahkan FBB 2025

Pengunjung dan wisatawan tidak hanya menyaksikan kemeriahan event FBB Karo 2025 ini tapi juga dimanjakan dengan kehadiran sejumlah artis Karo dan Nasional.

Mulai dari Novia Situmeang yang akan tampil pada 31 Juli 2025. Selain itu, ada band dengan musik blues asal Yogyakarta, Gie, juga akan hadir pada 2 Agustus 2025.

Untuk artis Karo sendiri, ada The Outline, Sadakata Art, Ninta Sukatendel, Joy Harlim Sinuhaji, Iche Br Ginting, Andika Depari, Novial Br Barus, Rimta Br Ginting, Rosani Br Tarigan, Samuel Sembiring, Usman Ginting, Ibe Br Tarigan, Sandro Sinuraya, Gitarena Br Ginting. Dengan hadirnya sederet para artis tersebut, festival ini akan menjadi lebih ramai dan menarik minat wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo adalah perayaan yang tidak hanya merayakan hasil alam melimpah tetapi juga menjadi medium untuk melestarikan nilai-nilai budaya, filosofi, dan tradisi masyarakat Karo.Transformasi dari acara lokal sederhana menjadi agenda pariwisata nasional menunjukkan potensi besar festival ini untuk menarik minat wisatawan domestik maupun internasional.

Simbol Kedaulatan Ketahanan Pangan

Perlu diketahui bahwa tradisi masyarakat Karo menjaga harmoni antara pertanian, tradisi, dan keindahan alam juga diinternalisasikan kedalam pesta budaya “Kerja Tahun” yang sudah turun temurun dilakukan masyarakat Karo.

“Kerja tahun” dalam konteks ketahanan pangan, khususnya di wilayah pedesaan di Kabupaten Karo, merujuk pada kegiatan gotong royong dalam mengelola dan menyimpan hasil panen, yang kemudian menjadi simbol kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan adanya pesta budaya “kerja tahun” ini, masyarakat Karo dari dulu tidak terlalu bergantung pada pihak luar untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, sehingga tercipta kemandirian dan kedaulatan pangan.

Pesan Moral:

“Kerja tahun” juga mengandung pesan moral tentang pentingnya kerja keras, kesabaran, dan kebersamaan dalam mencapai tujuan bersama, termasuk ketahanan pangan. Dengan demikian, “kerja tahun” bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan bagian penting dari budaya dan sistem sosial masyarakat yang berkontribusi pada ketahanan pangan dan kesejahteraan mereka.

Event Festival Bunga dan Buah selaras dengan Pesta Budaya Kerja Tahun adalah perayaan yang tidak hanya merayakan hasil alam melimpah tetapi juga menjadi medium untuk melestarikan nilai-nilai budaya, filosofi, dan tradisi masyarakat Karo. Jelas ini merupakan wujud kebanggaan terhadap hasil bumi, kreativitas, dan budaya Tanah Karo. (R1/Redaksi Budaya)

Bagikan Ke :

Komentar