Bupati Antonius Ginting Sebut Pertanian Berbasis AI akan Meningkatkan Efisiensi, Produktivitas dan Keberlanjutan Hasil Panen

Karo2433 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, hadiri rapat pembahasan data pertanian dalam rangka pengembangan pertanian berbasis Artificial Intelligence (AI) di Sumatera Utara, bertempat di ruang Karo Command Center (KCC) Lantai I Kantor Bupati, Kabanjahe, Selasa (17/3/2026).

Teknologi AI diharapkan dapat mengubah tata kelola pertanian di Sumut, khususnya di Kabupaten Karo menjadi lebih efisien, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.

Rapat ini dihadiri Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP,MM, Kepala Dinas Pertanian, Michael Purba, S.T.P., M.M, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Karo, Abel Tarwai Tarigan, M.A, M.T, serta para staff pertanian.

Rapat ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan data pertanian yang diperlukan untuk pengembangan AI di sektor pertanian, serta membahas strategi pengumpulan, pengolahan, dan analisis data pertanian. Bupati Antonius Ginting menekankan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terkini dalam pengembangan pertanian berbasis AI.

“Pengembangan pertanian berbasis AI akan membantu petani kita dalam memantau kondisi tanah, memprediksi cuaca secara presisi, hingga optimalisasi masa panen. Kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan pertanian berbasis AI di Sumatera Utara,” ujar Bupati Karo.

Bupati Karo yang sebelumnya juga mengikuti rapat kepala daerah se- kawasan Danau Toba di Parapat bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan dan Gubsu Bobby Nasutuon terkait hal yang sama yakni pengembangan pertanian berbasis Artificial Intelligence (AI)

Rapat ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Karo dan stakeholder lainnya dalam mengembangkan pertanian berbasis AI di Sumatera Utara, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani di Provinsi Sumatera Utara.

Berikut adalah poin-poin penting rapat pembahasan tersebut:

Akurasi Data sebagai Fondasi: Rapat menekankan bahwa akurasi data pertanian merupakan fondasi utama sistem berbasis AI. Data yang presisi diperlukan untuk memprediksi curah hujan, menentukan waktu tanam, memantau kesehatan tanaman, dan optimalisasi penggunaan pupuk.

Target Penerapan: Sistem pertanian berbasis AI ini akan diterapkan di Sumatera Utara.

Penguatan SDM dan Infrastruktur: Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menekankan pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) petani serta kebijakan yang mendukung agar penerapan teknologi AI ini berjalan maksimal.

Dukungan Dewan Ekonomi Nasional (DEN): Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, menyatakan sistem ini siap diterapkan dan didukung oleh investor untuk mendukung modernisasi sektor pertanian di Sumut.

Menurut Bupati Antonius Ginting, program pemerintah pusat terkait pengembangan pertanian berbasis AI perlu didukung secara bersama-sama, sejalan dengan upaya pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada pertanian modern dan berkelanjutan.

“Program ini, harus kita dukung bersama. Langkah-langkah apa yang perlu kita sepakati, teknisnya bagaimana, tahapannya seperti apa. Itulah yang perlu kita kaji bersama dalam rapat ini. Pemkab Karo terus aktif, kita bentuk tim, dan kita harus siap mendukung program dari pusat,” imbuh Bupati Karo.

Lebih lanjut dikatakan Bupati, ​poin utama Pengembangan Ekosistem AI ada 3 hal penting.

Ketiga pon tersebut yakni:

  1. ​Monitoring Presisi: Penggunaan sensor dan AI untuk memantau kesehatan tanaman secara real-time.
  2. Efisiensi Sumber Daya: Pengaturan irigasi dan pemupukan otomatis yang tepat sasaran untuk menekan biaya produksi.
  3. Akses Pasar: Integrasi data petani ke platform digital untuk memotong rantai distribusi yang panjang.

Sebelumnya juga Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa integrasi teknologi AI dalam sektor pertanian bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan pangan nasional.

Toba dan wilayah sekitarnya, termasuk Kabupaten Karo, diproyeksikan menjadi pilot project implementasi teknologi modern ini.

BRIN Dorong Pertanian Cerdas Berbasis AI

Sementara itu, peneliti Ahli Utama Pusat Riset Fotonika BRIN, Sensus Wijonarko, menjelaskan konsep pertanian cerdas mencakup sistem yang menggabungkan sensor, internet of things (IoT), AI, big data, otomatisasi, dan blockchain guna meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya.

“Pertanian presisi adalah bagian dari pertanian cerdas yang memanfaatkan data dan teknologi untuk manajemen lahan, air, serta nutrisi tanaman secara optimal,” katanya.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong percepatan transformasi pertanian nasional melalui penerapan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi fotonika. Inovasi ini diharapkan menjadi kunci mewujudkan sistem pertanian cerdas yang efisien, produktif, dan berkelanjutan. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar