Catatan Redaksi Satu Tahun Kepemimpinan Bupati Antonius Ginting-Komando Tarigan Infrastruktur Berbasis Pertanian Dikebut Gotong Royong Dihidupkan

Karo2405 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes dan Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP sejak dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu menjadi momentum refleksi atas capaian program dan prestasi Pemerintah Kabupaten Karo kepada masyarakat secara terbuka dan akuntabel.

Catatan Redaksi Karosatuklik.com, hari ini, Rabu (18/2/2026), mengulik kembali satu tahun kepemimpinan Bupati Karo Antonous Ginting dan Wakil Bupati Komando Tarigan sebagai refleksi dan momentum untuk melakukan perbaikan serta percepatan pembangunan di tahun berikutnya.

Melalui refleksi satu tahun ini, Pemerintah Kabupaten Karo menegaskan komitmennya terhadap transparansi, akuntabilitas, dan penguatan sinergi lintas perangkat daerah dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam fase satu tahun menjabat, tantangan terbesar Antonius Ginting-Komando Tarigan bukanlah soal popularitas tapi kondisi keuangan daerah (APBD) yang sangat terbatas dan kebijakan efisiensi dari pusat.

Situasi ini ibarat tantangan besar yang harus segera diselesaikan. Namun, berbekal berlatar belakang purnawirawan Polri jenderal bintang satu yang sarat pengalaman semasa aktif di Polri telah banyak menduduki jabatan menjadi kunci. Ia tidak mengambil kebijakan populer yang instan tapi langkah rasionalisasi anggaran yang terukur dan berdampak bagi kebutuhan masyarakat.

Ditengah keterbatasan anggaran yang juga dialami banyak derah di Indonesia tersebut, sejumlah ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Karo kini dalam kondisi mantap.

Perbaikan berskala prioritas dan dilakukan secara bertahap bukan hanya fokus di area perkotaan tetapi menjangkau seluruh kecamatan hingga pelosik pedesaan yang selama ini membutuhkan perhatian. Dengan jalan yang mulus, biaya logistik menurun dan mobilitas warga meningkat. Dengan demikian, secara otomatis menggerakkan roda ekonomi lokal.

Tantangan berikutnya adalah membangun kesadaran kolektif masyarakat agar terlibat aktif dalam menjaga lingkungan dan berpartisipasi dalam pembangunan. Jika semangat kebersamaan kembali dihidupkan, pembangunan Kabupaten Karo akan berjalan lebih cepat dan merata.

Gotong royong dan Memperkuat Identitas Budaya Masyarakat Karo

Menyadari hal itu, diawal kepemimpinannya, Bupati Karo Antonius Ginting langsung tancap gas dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong di jajaran OPD Pemkab Karo. Gotong royong tidak hanya menjadi ritual seremonial, tetapi juga simbol kearifan lokal masyarakat Kabupaten Karo.

Tradisi leluhur yang kuat mengakar di kehidupan agraris masyarakat Karo ini kembali digalakkan Bupati Karo. Seperti diketahui, budaya gotong royong mengajarkan nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Jauh sebelum Gerakan Indonesia ASRI yang merupakan gerakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Republik Indonesia untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, rapih, tertata, dan indah di seluruh wilayah Indonesia, Kabupaten Karo dibawah kepemimpinan Bupati Antonius Ginting sudah duluan menggerakkan gotong royong.

Tradisi warisan leluhur yang sarat makna ini dapat menjadi pengikat sosial, menjaga kelestarian alam, serta memperkuat identitas budaya masyarakat Karo.

Hasilnya, Puncak Gundaling yang juga menjadi icon wisata Berastagi terlihat semakin indah, estetik dan bersih. Untuk mewujudkan Karo bersih dari tebaran sampah hingga rumput liar yang tumbuh di berbagai lokasi termasuk jalan dan lokasi wisata, Pemkab Karo terus menggelar gotong royong Jumat bersih.

Satu Data Indonesia dan Transformasi Digital

Sementara itu, di era modern, pelayanan publik dituntut untuk lebih cepat dan transparan. Maka dari itu, Pemkab Karo terus mendorong transformasi digital secara masif. Bupati Antonous Ginting juga mengajak seluruh perangkat daerah untuk terus meningkatkan komitmen dan kolaborasi serta menjadikan penyelenggaraan statistik sektoral sebagai bagian dari budaya kerja yang mengedepankan ketelitian, transparansi, dan akuntabilitas.

Pemerintah Kabupaten Karo meneguhkan komitmen pembangunan nasional berbasis data melalui Kolaborasi Satu Data Indonesia (SDI) untuk mendukung pembangunan Pusat dan Daerah. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola data pembangunan yang terpercaya, akurat, presisi, dan terintegrasi sebagai fondasi perumusan kebijakan di tingkat pusat hingga daerah.

Langkah ini, menurut Bupati Antonius Ginting bertujuan menyempurnakan tata kelola data daerah, menjamin keamanan informasi, dan menetapkan daftar data tahunan untuk mendukung pembangunan yang akurat dan berbasis data.

Selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Karo juga secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI terkait pemanfaatan Sertifikat Elektronik. Komitmen ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Gedung BSSN, Depok, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).

Hal ini membuktikan komitmen Pemkab Karo untuk mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Penggunaan sertifikat elektronik melalui BSSN diharapkan tidak hanya memberikan jaminan keamanan pada transaksi elektronik, tetapi juga mempermudah birokrasi melalui layanan administrasi yang lebih cepat dan efisien bagi masyarakat Karo.

Tidak berhenti disitu, transparansi dan kemudahan layanan kependudukan juga menjadi fokus Pemkab Karo. Transparansi dan kemudahan layanan kependudukan di Kabupaten Karo tengah mengalami transformasi digital yang signifikan, ditandai dengan fokus pada Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pelayanan yang lebih cepat dan efisien.

Layanan kependudukan kini terintegrasi dengan metode pembayaran digital (QRIS) untuk meningkatkan transparansi dan kecepatan. Bahkan, penerapan tanda tangan elektronik (TTE) pada KK dan Akta Kelahiran mempercepat proses dan memastikan validitas dokumen tanpa perlu stempel manual.

Menunjukkan Tren Positif

Berdasarkan catatan redaksi Karosatuklik.com, berbagai penilaian capaian ditengah kekurangan dan keterbatasan anggaran tersebut didasarkan pada analisis terhadap dinamika kepemimpinan, framing media, serta indikator pembangunan yang mulai menunjukkan tren positif.

Dari sudut pandang framing media, pemerintahan baru Kabupaten Karo dinilai tengah berupaya melakukan sinkronisasi pembangunan antara pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat.

Upaya Bupati dan Wakil Bupati dalam menyelaraskan kebijakan daerah dengan program strategis Pemprovsu dan nasional sebagai langkah penting yang patut didukung semua elemen masyarakat Karo.

Sejumlah program seperti Koperasi Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Gerakan Nasional Bersih, hingga Sekolah Rakyat dipandang sebagai instrumen untuk memastikan bahwa pembangunan daerah bergerak searah dengan agenda nasional.

Program Sekolah Rakyat, khususnya, dinilai strategis karena bersifat inklusif dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Selain sinkronisasi program, isu reformasi birokrasi menjadi perhatian utama. Bupati Antonius Ginting terlihat melakukan upaya serius untuk melakukan konsolidasi kekuatan di internal birokrasi pemerintahan.

Hal tersebut tercermin dari langkah melibatkan lintas instansi dan pejabat jajaran Pemkab Karo dalam waktu relatif singkat, yang kemudian melahirkan narasi kuat “Karo Unggul” di sejumlah bidang. Bahwa narasi tersebut tidak berdiri di ruang hampa. Sejumlah indikator menunjukkan adanya kemajuan nyata.

Ini adalah sinyal awal yang baik bahwa mesin pembangunan mulai bekerja dan berada di jalur yang tepat.

Contoh konkret sektor pertanian. Capaian ini menegaskan bahwa sektor produktif masyarakat tidak luput dari perhatian serius Bupati Antonius Ginting dan Wakil Bupati Komando Tarigan.

sektor pertanian semakin ditegaskan sebagai prioritas utama pembangunan daerah. Berbagai langkah konkret dilakukan Pemerintah Kabupaten Karo untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas lahan, serta mendorong komoditas unggulan daerah agar semakin berdaya saing di tingkat nasional.

Optimalisasi Lahan Rawa Lau Baleng dan Panen Raya Padi

Salah satu capaian penting yang patut diapresiasi dalam satu tahun terakhir adalah optimalisasi lahan rawa di wilayah Lau Baleng dan sekitarnya sebagai sentra produksi padi. Panen raya di Paya Lah lah, yang dilaksanakan di kawasan tersebut bersama Kementerian Pertanian dan dihadiri Wakil Gubernur Sumatera Utara, H. Surya BSc belum lama ini menjadi simbol keberhasilan sinergi antara pemerintah daerah, petani, penyuluh pertanian, serta dukungan pemerintah pusat dan provinsi.

Data Dinas Pertanian Kabupaten Karo menunjukkan bahwa produktivitas padi di kawasan rawa Lau Baleng mampu mencapai rata-rata 6–7 ton per hektare, dengan luas lahan yang dikelola mencapai ribuan hektare dalam satu musim tanam. Keberhasilan ini berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani dan penguatan kontribusi Kabupaten Karo terhadap program swasembada pangan.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Karo menegaskan bahwa optimalisasi lahan rawa bukan sekadar program jangka pendek, melainkan strategi berkelanjutan untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan.

Gaya kepemimpinan Bupati Antonius Ginting sebagai eksekutor bukan perjalanan yang mudah. Tetapi hasilnya mulai terlihat, produktivitas padi di kawasan rawa Paya Lah lah Lau Baleng mampu mencapai rata-rata 6–7 ton per hektare dan di ruang kelas anak-anak prasejahtera, dan di desa-desa yang kini lebih berdaya.

Kabupaten Karo hari ini sedang bergerak. Dan, gerak ini tidak akan berhenti sebagai narasi. Ia akan terus hidup sebagai eksekusi nyata hari demi hari, bersama rakyat untuk mewujudkan “Karo Beriman, Karo Berbudaya, Karo Modern, Karo Unggul menuju Kabupaten Karo Sejahtera Berkelanjutan”. (R1)

Komentar