Mardingding, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes., bersama Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, BSc, melaksanakan Panen Raya Padi Sawah di Desa Lau Mulgap, Kecamatan Mardingding, Kabupaten Karo, Selasa (20/01/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Antonius Ginting menegaskan bahwa panen raya ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi bukti nyata kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Karo..
“Panen raya ini merupakan hasil kerja bersama dalam membangkitkan sektor pertanian, khususnya di kawasan Paya Lah Lah yang selama ini menjadi sentra pangan penting di Kabupaten Karo,” ujar Bupati Karo.
Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa kawasan Paya Lah Lah memiliki luas 3.300 hektare yang mencakup beberapa desa. Pada tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Karo memfokuskan penanganan lahan seluas 1.500 hektare (hasil dari penanganan ini, petani sudah dapat memanen padi sawah) dengan tingkat produktivitas padi sawah berada pada kisaran 6 hingga 7 ton per hektare.

“Potensi tersebut dinilai sangat strategis dalam menjaga ketersediaan stok pangan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya para petani,” sebutnya.
Ia juga mengaku bangga melihat hasil produksi padi sawah tersebut capai kisaran 6 hingga 7 ton per hektare. Hal ini membuktikan bahwa Kabupaten Karo berkontribusi dalam memperkuat program Presiden Prabowo dalam mendukung ketahanan pangan nasional, kata Bupati Antonius Ginting.
Wagub Sumut: Panen Raya Indikator Keberhasilan Pemulihan Irigasi
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, BSc, yang menyampaikan sambutan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution menegaskan bahwa panen raya ini memiliki makna strategis.
“Panen raya ini menjadi indikator keberhasilan pemulihan dan penguatan jaringan irigasi di kawasan terdampak banjir. Dengan irigasi yang kembali berfungsi optimal, petani dapat menanam tepat waktu dan menjaga produktivitas padi secara berkelanjutan,” ucap Wakil Gubernur.

Sebagai bentuk dukungan nyata dalam membangun sektor pertanian di Kabupaten Karo, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2025 sudah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani, berupa 6 unit corn sheller mobile, 5 unit solar dryer dome, 5 unit gudang pascapanen, 4.000 unit perangkap lalat buah, 4 unit handtraktor, serta 9 unit cultivator.
Bukan itu saja, Pemprovsu juga telah menyalurkan bantuan benih padi sawah seluas 1.040 ha, bantuan benih jagung hibrida seluas 550 ha.
Banjir Oktober 2024 Sempat Rendam 743 Hektare Sawah
Sebagai informasi untuk mengingatkan kembali, bahwa kawasan Paya Lah Lah sebelumnya sempat mengalami masa sulit akibat banjir yang terjadi pada 10 Oktober 2024 lalu. Banjir tersebut menggenangi sekitar 743 hektare sawah dan menyebabkan puso serta kerugian besar bagi para petani.
Pemkab Karo Gerak Cepat Atasi Dampak Banjir
Menjawab kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo gerak cepat mengambil langkah nyata melalui kolaborasi dan kerja bersama lintas sektor.
Pada April 2025, Pemkab Karo bersama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI melalui Direktur Serealia, Dr. Abdul Roni Angkat, S.TP., M.Si, meninjau langsung lokasi terdampak banjir di kawasan Paya Lah Lah.

Dalam peninjauan tersebut disampaikan apresiasi atas semangat dan upaya Pemkab Karo dalam mencari solusi serta membangun sinergi dalam satu komando untuk pertanian.
Hasil peninjauan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pelaksanaan Program Optimasi Lahan Rawa Tahun 2025 melalui pekerjaan normalisasi saluran dan sungai sepanjang 15,4 kilometer.
Program konkret ini didukung oleh APBN melalui Kementerian Pertanian, dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, serta keterlibatan Kodim 0205/Tanah Karo dan perangkat daerah teknis terkait.
Panen 400 Hektare, Hasil Nyata Kolaborasi Pemerintah
Sebagai hasil dari upaya tersebut, hingga Januari 2026 luas panen padi sawah di kawasan Paya Lah Lah telah mencapai sekitar 400 hektare dengan rata-rata produksi 6 hingga 7 ton per hektare.
Luas panen ini akan bertambah karena beberapa desa belum melaksanakan panen. Capaian yang sangat significant ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten mampu menghadirkan solusi yang berdampak positif hingga terwujudnya kesejahteraan yang nyata bagi para petani.

Dengan sinergitas dan kolaborasi yang kuat kerja-kerja produktif tersebut secara otomatis memberikan efek ganda (multiplier effect) ekonomi ke sektor lain.
Turut hadir pada kegiatan panen raya tersebut, Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP, Kepala BRMP Tanaman Pangan, PJ Satgas Swasembada Pangan Sumatera Utara, Dr. Haris Syahbuddin, DEA, Forkopimda Kabupaten Karo, Danbrigif TP 37/HS, Kolonel Inf Saiful Rizal, S.Hub.Int., M.H.I, Danyon TP 904 Garamata, Letkol Inf Anom Wahyu Sasmita, S.I.P., M. Tr. Mil, para Asisten Setda Kabupaten Karo, Kepala Perangkat Daerah, Camat Mardingding, Camat Laubaleng, Ketua TP PKK Kabupaten Karo, Ketua 1 TP PKK, Forkopimcam Mardinding Laubaleng, Para PPL, Kepala Desa se-Kecamatan Mardingding dan Laubaleng, serta petani kawasan Paya Lah Lah. (R1)
Baca Juga:
- Pemkab Karo dan Kementan RI Tinjau Dampak Banjir di Paya lah-Lah, BBWS II: Ini Kondisi Mendesak dan Urgen
- Pemkab Karo Rapat Percepatan Penanganan Banjir Daerah Irigasi Paya Lah Lah Dengan Kementan RI
- Pemkab Karo – BBWS II Medan Dorong Akselerasi dan Kolaborasi Penanganan Banjir Paya Lah Lah Lewat Sinergi Lintas Instansi
- Wabup Karo Komando Tarigan Terima Kunjungan Kerja Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan RI
- Wabup Karo Komando Tarigan Tinjau Kawasan Pengembalaan Nodi dan Lahan Pertanian Terdampak Banjir













Komentar