Jakarta, Karosatuklik.com – DP (23), sopir mobil Toyota Fortuner yang tangkinya dimodifikasi untuk menampung 400 liter solar subsidi, dibekali 28 barcode khusus dan 16 pelat nomor kendaraan palsu oleh atasannya untuk membeli bahan bakar di sejumlah SPBU di Sukabumi, Jawa Barat.
DP ditangkap petugas di Tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026) malam, saat hendak melancarkan aksinya yang terkesan licik untuk mengelabui petugas.
Kepala Induk Patroli Jalan Raya (Kainduk PJR) Tol Jagorawi Kompol Ahmad Jaluli mengatakan, DP merupakan karyawan yang menjalankan perintah atasannya. Ia diberi uang Rp 3 juta untuk membeli solar subsidi di wilayah Sukabumi.
“Dia cuma karyawan yang disuruh isiin bensin sama atasannya. Dia memang sudah sering begitu, memang kerjaannya,” kata Ahmad saat dihubungi, Senin (5/1/2026).
Untuk mengelabui sistem pembelian solar subsidi, DP kerap berganti identitas kendaraan sebelum memasuki SPBU.
“Nah, setiap mau sampai ke SPBU, dia berhenti di tempat gelap dulu buat ganti pelat nomor dan siapin barcode,” ujar Ahmad.
Solar subsidi yang dikumpulkan tersebut rencananya akan dijual kembali oleh atasannya dengan harga jauh di atas ketentuan resmi SPBU.
“Itu nanti dijual sama atasannya itu. Biasanya kan kalau di SPBU cuma 6.800 tapi sama dia kalau di luar bisa sampe 15.000. Sedangkan kan pembelian tuh dibatasi 20 liter,” tutur Ahmad. Polisi masih mendalami asal-usul 28 barcode yang digunakan pelaku.
Pengembangan perkara kini ditangani oleh Polres Metro Depok.
Awal mula kasus terungkap
Kasus ini terungkap ketika petugas mencurigai mobil yang dikemudikan DP karena mengeluarkan bau bensin menyengat saat memasuki Rest Area KM 21.B Tol Jagorawi. Saat diperiksa, petugas mendapati DP tengah mengisap narkotika jenis sabu-sabu menggunakan kemasan susu kotak.
“Jadi awalnya dia lewat terus kecium bau bensin, terus dia masuk ke rest area. Pas disamperin ternyata dia lagi nyabu di dalam pake selang,” jelas Ahmad.
Di bagian belakang mobil, petugas menemukan kotak besar yang digunakan sebagai tempat penampungan bensin. Saat diamankan ke pos sekuriti rest area, DP sempat melakukan perlawanan. Kaca pos sekuriti pecah setelah pelaku berusaha kabur dengan melompat keluar dan masuk ke selokan. (Sumber: Kompas.com)













Komentar