Giuseppe Garibaldi Kapal Induk Pertama Indonesia Ditargetkan Tiba Sebelum HUT TNI 5 Oktober 2026

Nasional2372 Dilihat

Jakarta, Karosatuklik.com – TNI Angkatan Laut (AL) terus berupaya untuk menguatkan armada alutsista demi keamanan negara, terlebih dengan luasnya lautan yang mengelelingi Nusantara. Salah satu rencana yang dipasang oleh TNI AL adalah mendatangkan kapal induk untuk pertama kali dalam sejarah negara.

Secara spesifik, TNI AL ingin memiliki kapal induk dengan mengakuisisi kapal milik angkatan laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI pada 5 Oktober 2026. “Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” kata Ali di Jakarta, Kamis (12/2/2026), melansir Antara.

Ia menjelaskan, hingga kini Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan galangan kapal Italia, Fincantieri, yang memproduksi kapal induk ini. Proses negosiasi ini juga melibatkan Angkatan Laut Italia yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut. Namun demikian, Ali tidak menjelaskan secara rinci seperti apa proses negoisasi yang saat ini masih berlangsung.

Menurut Laksamana Ali, kapal tipe aircraft carrier (pengangkut pesawat) tersebut didatangkan untuk memperkuat alutsista AL, baik untuk kebutuhan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) maupun Operasi Militer Perang (OMP).

Jika terwujud, datangnya ITS Giuseppe Garibaldi ke tangan TNI AL menjadi kedatangan kapal baru ketiga dari Italia, setelah KRI Brawijaya-320 tiba pada Senin lalu, serta KRI Prabu Siliwangi-321 yang direncanakan tiba pada Januari tahun depan. Baik KRI Brawijaya, KRI Prabu Siliwangi maupun ITS Giuseppe Garibaldi sama-sama dibuat oleh perusahaan galangan kapal Italia, Fincantieri SpA.

Namun bedanya, KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi merupakan kapal fregat, yang difungsikan untuk patroli, pengawalan serta peperangan garis depan. Menurut Laksamana Ali, kedua kapal tersebut dipasangi harga total USD 1,25 miliar oleh Fincantieri.

Sebagai catatan samping, baik KRI Brawijaya maupun KRI Prabu Siliwangi tadinya juga diproduksi untuk AL Italia sebelum diakuisisi TNI AL. KRI Brawijaya awalnya diproduksi sebagai ITS Marcantonio Colonna-P433, sementara KRI Prabu Siliwangi tadinya diproduksi sebagai ITS Ruggiero di Lauria-P435.

Sesuai tradisi AL Italia, nama ITS Giuseppe Garibaldi dinamai dari salah seorang tokoh nasional Italia, Giuseppe Garibaldi. Semasa hidup, Garibaldi merupakan salah satu dari empat tokoh yang berperan dalam mempersatukan Italia menjadi satu kerajaan di abad ke-19, dan merupakan panglima andalan Raja Italia pertama, Victor Emmanuel II yang juga merupakan salah satu tokoh pemersatu tersebut.

Kapal ITS Giuseppe Garibaldi sebenarnya sudah tergolong cukup uzur, namun masih cocok untuk kebutuhan peperangan dan terkenal tangguh. Menurut catatan resmi AL Italia di laman mereka, kapal pengangkut pesawat tersebut pertama kali berlayar pada 1978, dan mulai resmi bertugas pada 1983.

ITS Giuseppe Garibaldi tercatat bertugas kurang lebih empat dekade bersama AL Italia. Baru hampir setahun kapal ini berstatus purna tugas, setelah resmi dipensiunkan pada Oktober 2024 lalu dan diganti oleh ITS Trieste LHD.

Menurut laman Global Security, ITS Giuseppe Garibaldi merupakan salah satu pengangkut pesawat militer paling kecil, namun punya kemampuan mengangkut banyak pesawat termpur dan helikopter.

Semasa aktif bersama AL Italia, kapal Garibaldi ditugaskan mengangkut dua jenis helipkopter, yakni Sikorsy SH90A dan Bell AB212, serta satu pesawat tempur, yakni BAe Harrier II AV-8B (atau lebih dikenal sebagai Hydra di kalangan pemain gim Grand Theft Auto).

Kurang lebih 18 helikopter, 16 pesawat, atau campuran keduanya dapat diparkir di atas geladak ITS Giuseppe Garibaldi. Kapal memiliki kapasitas sebesar 830 penumpang, dengan 180 diantaranya diposisikan sebagai kru penerbangan kapal di geladak, 100 kru komando kapal, dan 500 anak buah kapal (ABK).

ITS Giuseppe Garibaldi dapat melaju hingga kecepatan 30 knot, atau kurang lebih 56 km/jam, dan dapat menempuh perjalanan sekali jalan hingga 7 ribu mil laut, atau kurang lebih 13 ribu kilometer, yang berarti kapal dapat dibawa berkeliling dunia.

Tentu selain mengangkut pesawat, kapal juga bisa diajak untuk berperang dan mempertahankan diri. Kapal dapat memuat dua torpedo rangkap tiga, serta memiliki dua rudal anti pesawat jarak jauh, dan tiga rudal anti pesawat jarak dekat atau CIWS, yang sasing-masing didampingi meriam otomatis 40/70.

Selain itu kapal juga memiliki radar dengan sistem jammer atau atau pemblokir sinyal, serta bisa dipasangi flare, chaff, pengalih torpedo dan banyak pengalih rudal serupa.

Selama bertugas, ITS Giuseppe Garibaldi telah menjalani rehabilitasi dua kali, yakni pada 2003 dan 2013. Menurut laman perusahaan analisis alutsista Janes, rencananya sebelum diantar ke Indonesia, kapal akan direhabilitasi kembali, termasuk untuk modifikasi agar kapal dapat memuat helikopter dan drone.

“Giuseppe Garibaldi dalam kondisi baik dan punya sisa masa operasional sekitar 15 hingga 20 tahun. Kapal ini bisa pindah kepemilikan setelah proses perbaikan yang disesuaikan dengan kebutuhan Angkatan Laut Indonesia,” jelas Direktur Sales dan Bisnis AL Fincantieri, Mauro Manzini kepada Naval news Juni lalu. (Berbagai Sumber)

Komentar