Jaga Inflasi dan Daya Beli Masyarakat, Pemkab Karo Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak: Bupati Antonius Ginting Ingatkan Harus Tepat Sasaran!

Karo3273 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo turut serta dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak secara nasional yang diadakan oleh pemerintah pusat di 7.285 kecamatan di seluruh Indonesia. Gerakan ini bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi, khususnya harga bahan pangan.

Hal ini dikatakan Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes didampingi Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert B Panjaitan saat meninjau gerakan pangan murah serentak di Kecamatan Kabanjahe, bertempat di Taman Kota Kabanjahe, komplek Kantor Dinas Pertanian dan Gedung DPRD Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Sabtu (30/08/2025).

Ia menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan tindak lanjut dari rapat evaluasi inflasi yang menunjukkan adanya kenaikan harga bahan pangan, terutama beras, di 203 kabupaten se-Indonesia.

Kegiatan ini dilakukan rutin satu kali sebulan, maka dari itu Bupati Karo menghimbau tolong dilaksanakan sesuai dengan ketentuan, harus tepat sasaran, tegasnya.

“Jangan hanya beberapa orang saja, dan itu-itu saja, masyarakat yang sangat membutuhkan dan butuh dibantu yang harus prioritas dan merasakan manfaatnya,” ujarnya.

“Harus tepat sasaran, dan benar-benar sampai ke warga yang membutuhkan, jangan justru warga yang berhak tapi tidak merasakan manfaatnya,” kata Bupati.

Masih pada kesempatan itu, Bupati menegaskan, bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di pasar. “Hari ini khususnya beras SPHP dari Bulog dijual Rp11.000 per kilogram, atau Rp55.000 per kantong isi lima kilogram.

Tidak lupa Bupati Karo menyapa seluruh masyarakat yang ikut serta dalam Gerakan Pangan Murah (GPM), juga masyarakat yang antusias membeli pangan murah tersebut.

Pastikan Stok dan Harga Beras Stabil

Antonius Ginting juga mengimbau masyarakat agar membeli bahan pokok secara bijak dan secukupnya, tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), sehingga harga tetap stabil dan distribusi bahan pokok tetap merata.

“Pemkab Karo memastikan bahwa stok dan ketersediaan bahan pokok dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ucapnya.

Untuk diketahui program ini merupakan bagian dari inisiatif pemerintah pusat dan bekerja sama dengan Bulog, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta dinas terkait.

Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi daerah dan meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Bupati Antonius Ginting, Forkopimda dan sejumlah Kepala OPD Pemkab Karo mengikuti zoom meeting terkait Gerakan Pangan Murah (GPM) di Ruang Karo Command Center (KCC) Kantor Bupati Karo.

Dalam Gerakan Pangan Murah ini, pemerintah menyalurkan beras, serta komoditas lain seperti gula dan minyak goreng yang dijual dengan harga terjangkau.

Beras yang disediakan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah berdasarkan zonasi. GPM bertujuan menjadi salah satu upaya untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan pokok, juga meningkatkan keterjangkauan dan daya beli pangan pokok bagi masyarakat. (R1)

Komentar