Medan, Karosatuklik.com – Wakil Bupati Pakpak Bharat, H Mutsyuhito Solin, Dr, M.Pd menghadiri “High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sumatera Utara Tahun 2026” di Aula Raja Inal Siregar, kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan (06/02/2026). HLM ini dihadiri dan dibuka langsung Gubernur Sumatera Utara, M Bobby Afif Nasution.
Rapat Koordinasi (Rakor) TPID Sumut 2026 fokus pada sinergi pengendalian inflasi, terutama jelang Ramadan/Idul Fitri dan antisipasi harga tiket pesawat. High Level Meeting (HLM) dipimpin Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menekankan stabilitas harga dan pasokan pangan. Langkah strategis meliputi intensifikasi operasi pasar dan capacity building.
Dalam sambutannya, Bobby Nasution menyarankan salah satu upaya agar bahan pokok tidak keluar ke provinsi lain, yakni dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Sejumlah komoditas yang kerap menjadi penyebab inflasi di Sumut antara lain cabai, cabai rawit, tomat, bawang merah, daging sapi, telur, dan ayam. Menurutnya, BUMD dapat membeli langsung dari petani dengan harga yang bersaing sehingga komoditas tersebut tidak bergerak keluar daerah.
“Perhatikan betul-betul distribusinya, saya juga minta tolong kepada Pak Kapolda dan Pak Kajati ikut memonitor ini, Pemda bisa memanfaatkan BUMD-nya, beli langsung ke petani dengan harga yang kompetitif,” kata Bobby Nasution.
Berdasarkan data per 2 Januari 2026, inflasi Sumut berada di angka 3,81 persen (yoy), menurun signifikan dibandingkan Desember 2025 yang mencapai 4,66 persen (yoy). Menurut Bobby Nasution, capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam pengendalian inflasi di Sumut.
“Akhir tahun lalu, kita di urutan keempat inflasi tertinggi, dan sekarang 3,81 persen, angka ini bukan sekadar angka, tetapi menunjukkan lebih dari itu, menunjukkan kolaborasi kuat kita menjaga inflasi, menjaga harga-harga barang tetap stabil,” katanya.
“Pertemuan ini menjadi momentum dan komitmen kita semua semoga kita mampu mengendalikan inflasi di Sumut khususnya menjelang puasa ramadhan, serta Hari Besar Idul Fitri yang akan datang,” ucap Bobby.
“Yang perlu kita jaga adalah stok daging, beras, dan barang-barang kebutuhan pokok lain tetap tersedia. Tolong ini dijaga, jangan sampai keluar dari daerah kita,” pesan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K, M.H.
Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut, Rudy Brando Hutabarat menegaskan perlunya komitmen setiap daerah dalam pengendalian inflasi. Hal tersebut tertuang dalam enam kesepakatan road map Pengendalian Inflasi Sumut menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Keenam kesepakatan tersebut meliputi peningkatan frekuensi gerakan pasar murah, penambahan pasokan daging sapi/kerbau, serta kerja sama dengan produsen daging ayam ras dan telur. Selain itu, juga direncanakan pengendalian kenaikan tarif administered price, early warning inflasi, serta kerja sama TPID–SPPG agar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak monoton.
Sementara, Wabup Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin mengungkapkan komitmen Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat untuk menjaga ketersediaan pangan di daerah penghasil, dengan fokus pada produksi pangan, ketersediaan pasokan, dan distribusi komoditas yang mempengaruhi inflasi.
“Kami akan terus berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat Pakpak Bharat dapat merayakan hari raya dengan tenang, tanpa khawatir tentang ketersediaan pangan atau harga yang tidak terjangkau,” ucap Mutsyuhito. (R1)
