Jakarta, Karosatuklik.com – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo menegaskan pentingnya nilai-nilai universal Natal sebagai landasan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada Perayaan Natal MK yang digelar Jumat (9/1/2026) di Ruang Delegasi, Gedung I MK.
Menurut Suhartoyo, Natal merupakan momentum refleksi atas nilai kasih, kepedulian terhadap sesama, serta pengharapan. Nilai-nilai tersebut bersifat universal dan relevan bagi siapa pun, termasuk dalam pelaksanaan tugas-tugas konstitusional di lingkungan MK.
Perayaan Natal tahun ini mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter, tanggung jawab, dan kepekaan sosial.
Adapun subtema “Kami Ada untuk Menjadi Keluarga Allah di Mahkamah Konstitusi” dimaknai sebagai komitmen bersama untuk membangun kehidupan kerja yang damai, rukun, saling berbagi, dan saling menopang, sehingga berdampak positif bagi pelaksanaan tugas kelembagaan.
Dalam sambutannya, Suhartoyo juga menekankan pentingnya menerapkan nilai kasih dan kebersamaan tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan masyarakat luas.
Nilai-nilai tersebut, menurutnya, merupakan fondasi penting yang dapat menjadi modal besar dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Atas nama pimpinan dan lembaga MK, saya mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga perayaan Natal dan Tahun Baru yang dirayakan membawa peningkatan semangat, sekaligus menjadi bahan refleksi untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja pada tahun yang akan datang,” ujar Suhartoyo.
Ia berharap Perayaan Natal ini menjadi sumber kekuatan moral dan spiritual bagi seluruh umat Kristiani di MK, sekaligus mempererat kebersamaan sebagai satu keluarga besar.
“Semoga semangat yang terbangun meneguhkan langkah saudara untuk terus bekerja dengan hati yang bersih serta komitmen yang kuat bagi bangsa dan negara,” tuturnya menutup sambutan.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Perayaan Natal Dede Naibaho yang juga merupakan Kepala Subbagian Arsip dan Ekspedisi dalam laporannya menyampaikan bahwa tema Natal 2025 diambil dari Injil Matius 1:21–24.
Berdasarkan tema tersebut, panitia menetapkan subtema yang mendorong umat Katolik dan Kristen di MK untuk memperkuat serta memulihkan relasi dengan sesama, sekaligus menjadi perpanjangan kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan, sebagaimana perayaan Natal MK pada tahun-tahun sebelumnya, panitia turut mengundang perwakilan dari Panti Asuhan Bakti Luhur Tangerang serta rumah pemulihan Yayasan Rasa di Bekasi.
Hal ini dimaksudkan agar kebahagiaan Natal dapat dirasakan bersama, tidak hanya oleh keluarga besar MK, tetapi juga oleh masyarakat di sekitarnya. Pada kesempatan tersebut, panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua MK, Wakil Ketua MK, para Hakim Konstitusi, serta Sekretaris Jenderal MK atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan ini.
Pada kesempatan yang sama Ketua MK Suhartoyo dan Wakil Ketua MK Saldi Isra memberikan tanda kasih kepada Rumah Pemulihan Gerasa (Gerakan Asih Abadi) Indonesia Bekasi dan Panti Asuhan Bhakti Luhur Jakarta.
Perayaan Natal MK dihadiri Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Jacklevyn Frits Manuputty, Yos Bintoro, perwakilan Konferensi Waligereja Indonesia, Maria Farida Indrati, Gregorius Seto Harianto, Sekretaris Umum Lembaga Alkitab Indonesia Sigit Triyono, serta Wakil Ketua MK Saldi Isra. Turut hadir para Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh, Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur, Hakim Konstitusi M. Guntur Hamzah, dan Hakim Konstitusi Arsul Sani.(R1/Humas MK)
