Jakarta, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Letnan Jenderal TNI (Purn.) Amir Sembiring, yang telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 02.30 WIB di Jakarta, dalam usia 78 tahun.
Jenazah disemayamkan di Jambur Merga Silima Cibubur, Depok dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Rabu, 28 Januari 2026.
Duka cita mendalam atas kepergian jenderal bintang tiga juga mantan Komandan Kodiklat TNI-AD itu tidak hanya dirasakan oleh keluarga, tetapi juga oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Karo, yang hadir langsung memberikan penghormatan terakhir.
Sebagai bentuk penghormatan tersebut, Bupati Karo, Brigjen. Pol. (Purn) DR. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes hadir langsung di Jambur Merga Silima Cibubur Depok tempat prosesi penghormatan dan penguburan almarhum secara adat Karo sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada Rabu, 28 Januari 2026.
“Pemerintah Kabupaten Karo turut berbelasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan penghiburan dan kekuatan, serta menerima segala amal dan pengabdian almarhum,” ujar Bupati Karo, Brigjen. Pol. (Purn) DR. dr. Antonius Ginting. Sp.OG, M.Kes yang hadir langsung melayat di Jambur Merga Silima Cibubur, Depok.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemkab Karo, juga atas nama seluruh masyarakat Kabupaten Karo, saya menyampaikan rasa belasungkawa atas meninggalnya Letnan Jenderal TNI (Purn) Amir Sembiring,” ujar Bupati Karo.
“Masyarakat Karo kehilangan tokoh panutan, begitu besar perhatian Alm Letjen (Purn) Amir Sembiring terhadap masyarakat Karo dan juga pembangunan Kabupaten Karo,” ujarnya.
Sekilas Alm Letjen Amir Sembiring

Seperti diketahui, Letjen (Purn) Amir Sembiring diketahui aktif sebagai Ketua Panitia Pengusulan Letjen Jamin Gintings menjadi Pahlawan Nasional dan Peresmian Museum Jamin Gintings di Desa Suka, Kecamatan Tigapanah Kabupaten Karo.
Ketua Yayasan Pahlawan Nasional Jamin Gintings, Ketua Umum Transisi Penyelamatan Organisasi Himpunan Masyarakat Karo Indonesia (HMKI), Ketua Yayasan Sentrum GBKP Jakarta dan juga menjadi tim penyusun pedoman pernikahan Karo di Jakarta. Hal lainnya, Amir Sembiring terlibat dalam penentuan Hari Jadi Kabupaten Karo.
Letnan Jenderal TNI (Purn.) Amir Sembiring (lahir 3 Agustus 1947) adalah seorang tokoh militer Indonesia dan juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Utama Lemhanas.
Amir juga pernah menjabat sebagai Pangdam Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih dari tanggal 6 April 1998 hingga 26 November 1999 dan Asisten Operasi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Jabatan terakhir karier militernya adalah Komandan Kodiklat TNI AD sebelum akhirnya purnawirawan.
Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring Wafat di Usia 78 Tahun

Mantan Komandan Kodiklat TNI Letnan Jenderal TNI (Purn) Amir Sembiring meninggal dunia pada Senin, 26/1/2026 pukul 02.30 WIB. Amir Sembiring wafat pada usia 78 tahun usai purnatugas sebagai perwira tinggi TNI.
Jenazah Amir Sembiring disemayamkan di Jambur Merga Silima, kawasan Cibubur Alternatif, di Jalan Patumbak Nomor 88, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
“Rencananya, jenazah Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring akan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Rabu 28/1/2026,” ujar salah seorang perwakilan keluarga.
Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring sendiri dikenal sebagai seorang perwira tinggi TNI yang mempunyai rekam jejak panjang di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia prajurit.
Nama Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring sempat disorot publik usai menjadi Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI (Kodiklat TNI), lembaga strategis yang memiliki peran penting terhadap pembentukan doktrin dan kualitas profesionalisme prajurit lintas matra.
Selama menjalankan tugasnya di Kodiklat TNI, dirinya dipandang berperan aktif dalam mendorong modernisasi sistem pendidikan dan latihan militer.
Dirinya menekankan terkait pentingnya intgrasi doktrin, peningkatan interoperabilitas antar-matra, dan adaptasi terhadap dinamika ancaman non-konvensional yang terus dikembangkan.
Kodiklat TNI di bawah kepemimpinannya diarahkan untuk menghasilkan prajurit yang tak hanya tangguh secara fisik, tapi juga adaptif, profesional, dan berwawasan kebangsaan.
Amir Sembiring sempat meniti karir dari berbagai penugasan strategis di lingkungan TNI sebelum akhirnya mencapai pangkat Letjen.
Pengalaman di lapangan, penugasan staf, sampai posisi komando membentuk karakter kepemimpinannya yang dikenal tegas tetapi komunikatif.
Rekan sejawatnya pun sering kali menilai Amir sebagai figur perwira yang menjunjung tinggi disiplin, loyalitas, hingga etika keprajuritan.
Sebagai seorang mantan Komandan Kodiklat TNI, Amir Sembiring juga dikenal mempunyai perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda TNI.
Ia sering menekankan bahwa pendidikan militer harus berjalan seiring penguatan nilai-nilai Pancasila, netralitas TNI, dan komitmen terhadap NKRI.
Setelah memasuki masa purnatugas, Letjen TNI Purn Amir Sembiring tetap dipandang sebagai tokoh militer senior yang mempunyai pandangan strategis terkait pertahanan dan keamanan nasional.
Pengalamannya di bidang doktrin dan pendidikan menjkadikannya salah satu referensi penting dalam diskursus mengenai penguatan kualitas sumber daya manusia TNI di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Adapun almarhum meninggalkan seorang istri, Maimunah Tarigan, serta tiga putri yakni Sri Atheta Ulina Sembiring, Siska Adhelina Sembiring, serta Astri Juwita Sembiring. Kepergian Letjen TNI (Purn) Amir Sembiring meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta rekan sejawat di lingkungan TNI. (R1/Berbagai Sumber)













Komentar