Menko Polkam Tekankan Soliditas Forkopimda untuk Jaga Stabilitas dan Optimisme Masyarakat

Nasional2374 Dilihat

Batam, Karosatuklik.com – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polkam RI) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan pentingnya soliditas dan sinergi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas serta membangun optimisme masyarakat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi bangsa, termasuk dinamika global dan ancaman disinformasi di ruang digital.

Pesan tersebut disampaikan Menko Polkam saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Forkopimda Regional Sumatera yang digelar di Aula BP Batam, Kota Batam, Rabu (12/8/2026).

Mengawali arahannya, Menko Djamari menyampaikan salam dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada seluruh peserta Rakor.

Menurut Menko Polkam, Presiden juga menyampaikan apresiasi atas kerja dan sinergi Forkopimda di wilayah masing-masing serta senantiasa mengingatkan pentingnya kekompakan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

“Semua kerja apa pun selalu beliau (Presiden) ingatkan tentang pentingnya kekompakan,” ujar Menko Polkam.

Menko Djamari menegaskan bahwa seluruh unsur Forkopimda harus memiliki tekad dan komitmen yang sama dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi bangsa tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja bersama seluruh unsur terkait.

“Tidak ada satu pekerjaan bisa diselesaikan oleh satu bagian saja. Kita bisa mengerjakan itu bersama-sama. Dengan tekad yang sama, komitmen yang sama, kita menyejahterakan bangsa ini bersama-sama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam juga membagikan buku “Presiden Solusi” kepada para peserta Rakor sebagai salah satu referensi strategis bagi para pemimpin di daerah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan secara efektif dan kolaboratif.

Buku tersebut diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam merumuskan solusi, memperkuat sinergi, serta menyukseskan berbagai program pemerintah di daerah yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Lebih lanjut, Menko Polkam mengingatkan bahwa dinamika global saat ini memberikan dampak terhadap seluruh negara dan hingga kini belum dapat dipastikan kapan berbagai persoalan tersebut akan berakhir.

Oleh karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu terus memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi agar berbagai dampak yang muncul dapat dikelola dengan baik serta tidak membebani masyarakat secara luas.

Menko Djamari menjelaskan bahwa pemerintah pusat terus berupaya menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat dari berbagai tekanan global, salah satunya melalui kebijakan di sektor energi.

Pemerintah berupaya menjaga harga bahan bakar bersubsidi sekaligus mencari sumber bahan bakar lain untuk mengurangi ketergantungan pada satu pemasok.

Selain dinamika global, Menko Polkam turut menyoroti ancaman disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian di ruang digital yang dapat memengaruhi stabilitas dan optimisme masyarakat.

Menurutnya, pemerintah harus lebih aktif menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat melalui media sosial agar ruang publik tidak didominasi oleh informasi yang menyesatkan.

“Saya mengistilahkan semua bahwa pertempuran kita itu ada di media sosial. Media sosial adalah ajang pertempuran kita berada di situ,” kata Menko Djamari.

Ia mengingatkan bahwa dampak disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian tidak berhenti di ruang digital, tetapi dapat memengaruhi pola pikir masyarakat, terutama generasi muda. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut dapat menumbuhkan sikap pesimistis terhadap keadaan dan masa depan bangsa.

“Disinformasi, fitnah, dan ujaran kebencian itu melekat di benaknya anak-anak kita, anak-anak muda kita, dan kita. Dan itu sangat berbahaya. Mengapa? Akan timbul manusia-manusia yang pesimistis,” tegasnya.

Karena itu, Menko Polkam mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat komunikasi publik dengan menghadirkan narasi yang informatif, positif, dan membangun.

Langkah tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar sekaligus tetap memiliki kepercayaan dan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan.

Senada dengan Menko Polkam, Menteri Dalam Negeri Jenderal Pol. (Purn.) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan bahwa setiap unsur Forkopimda memiliki kewenangan dan kekuatan masing-masing.

Menurutnya, kewenangan tersebut akan semakin efektif apabila dijalankan secara bersama-sama dalam semangat sinergi dan kekompakan.

“Ini kami ingatkan kembali bahwa di Forkopimda ini sudah ada aturan hukumnya, masing-masing punya power, akan bagus kalau sinergi,” ujar Mendagri.

Tito mengakui bahwa membangun soliditas dan sinergi Forkopimda mudah diucapkan, tetapi tidak selalu mudah diwujudkan. Karena itu, ia mendorong agar rapat Forkopimda dilaksanakan secara rutin untuk menjaga komunikasi, koordinasi, dan kekompakan antarpimpinan di daerah.

“Solid dan sinergi ini di Forkopimda ini kata yang mudah diucapkan tapi mewujudkannya sulit sekali. Oleh karena itu, saran saya untuk membuat kualitas antar-Forkopimda ini, langkah formalnya mungkin dilakukan satu bulan sekali rapat Forkopimda ini. Jaga kekompakan,” kata Mendagri.

Rakor Forkopimda Regional Sumatera menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah sekaligus menyatukan persepsi dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah Sumatera.

Soliditas Forkopimda diharapkan dapat memperkuat stabilitas daerah, mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, serta menjaga kepercayaan dan optimisme masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari. Sementara itu, pejabat Kemenko Polkam yang hadir antara lain Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi Kemenko Polkam, serta Staf Khusus Menko Polkam. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar