Madiun, Karosatuklik.com – KPK membenarkan melakukan penangkapan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun Wali Kota Madiun, Maidi, berserta 14 orang lainnya di Kota Madiun, pada Senin (19/1/2025).
Jubir KPK Budi Prasetyo mengatakan, penangkapan terhadap 15 orang itu merupakan bagian dari penyelidikan tertutup sebuah kasus yang sedang diselidiki.
Sembilan dari 15 orang itu, akan dibawa ke Gedung KPK Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Selanjutnya 9 orang diantaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Walikota Madiun,” ujarnya saat dihubungi Tribun Jatim Network, pada Senin (19/1/2026).
Mengenai kasus yang diselidiki, Budi mengungkapkan, penangkapan terhadap belasan orang tersebut diduga berkaitan dengan fee proyek dan dana Tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.
“Peristiwa tertangkap tangan ini diduga terkait dengan fee proyek dan dana CSR di wilayah Kota Madiun,” katanya.
Selain itu, Budi menambahkan, penyidik KPK juga menyita sejumlah uang tunai ratusan juta dalam penangkapan terhadap belasan orang itu.
“Selain itu tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah,” pungkasnya.
Sekadar diketahui, karir Wali Kota Madiun Maidi, bermula dari Guru Geografi hingga Kepala Sekolah. Sebelum terjun ke dunia politik, Maidi dikenal sebagai seorang pendidik.

Pria kelahiran 12 Mei 1961 ini mengawali karier profesionalnya sebagai guru Geografi di SMAN 1 Madiun pada periode 1989 hingga 2002.
Dedikasinya di dunia pendidikan membawanya dipercaya menjadi Kepala SMAN 2 Madiun pada tahun 2002.
Namun, di tahun yang sama, ia mulai beralih ke dunia birokrasi dengan diangkat sebagai Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Madiun.
Kariernya melesat hingga ia menjabat sebagai Penjabat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setahun kemudian.
Keahlian Maidi dalam mengelola administrasi pemerintahan membuatnya dipercaya memegang berbagai posisi strategis di Pemkot Madiun, di antaranya:
- Kepala Dinas Pendapatan Daerah (2005)
- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (2006).
- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun (2009–2018).
Jabatan Sekda yang diembannya selama hampir 9 tahun menjadi batu loncatan bagi Maidi untuk maju dalam kontestasi Pilkada.
(Foto: KPK membenarkan melakukan penangkapan dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wali Kota Madiun Wali Kota Madiun, Maidi, berserta 14 orang lainnya di Kota Madiun, pada Senin (19/1/2025). (R1/TribunMadura)













Komentar