Jakarta, Karosatuklik.com – Pemerintah Indonesia tengah menyelesaikan penanganan pascabencana di sejumlah wilayah Indonesia. Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, kemarin di Jakarta.
“Kami butuh untuk segera menyelesaikan penanganan pascabencana di 11 daerah di Indonesia,” ujarnya.
Di antaranya Kabupaten Karo (Sumatra Utara), Kabupaten Lebak (Banten), Kota Palu (Sulawesi Tengah), dan lainnya.
Menko mengatakan salah satu prioritas utama penanganan pascabencana adalah percepatan penyelesaian pembangunan hunian tetap (huntap). Terutama bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung di Siosar, Kabupaten Karo dan Gunung Lewotobi, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Selain itu pemerintah akan membangun akses jalan serta fasilitas lainnya di sana. “Kementerian-kementerian terkait sudah sepakat mempercepat penanganan ini,” ujar Pratikno.
Menko juga menekankan penanganan pascabencana di 11 kabupaten yang belum tuntas juga akan disegerakan. “Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan verifikasi terhadap daerah-daerah itu terlebih dahulu.
Pascabencana Erupsi Gunung Sinabung
Sebelumnya dikabarkan, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Flores Timur serta Pemutakhiran Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana (R3P), yang berlangsung di Kantor Kemenko PMK, Kamis (21/8/2025).
Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dan diikuti sejumlah pejabat, antara lain Kepala BNPB Suharyanto, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta perwakilan kementerian/lembaga terkait, pemerintah daerah, dan kepala daerah terdampak bencana.
Lebih lanjut, Pratikno menyampaikan bahwa BNPB bersama Kementerian Keuangan akan melakukan verifikasi lapangan, termasuk scoring kebutuhan, untuk menentukan besaran hibah bagi masing-masing daerah.

Pendanaan akan disalurkan melalui hibah ke daerah dan dimungkinkan ditambah melalui program sektoral kementerian teknis.
“Walaupun bencananya telah lama, tetapi penyelesaian perumahan, infrastruktur, akses pendidikan, kesejahteraan, dan mata pencaharian masyarakat harus tetap kita pikirkan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Karo Antonius Ginting di dampingi Kepala Pelaksaba BPBD Karo, Juspri M Nadeak juga menyampaikan langsung sejumlah persoalan yang masih membutuhkan perhatian, terutama terkait penyelesaian infrastruktur bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah pusat yang terus mengawal penyelesaian pasca bencana,” tuturnya
“Namun hingga kini masih ada kebutuhan mendesak, khususnya infrastruktur dasar dan sarana pendukung kehidupan masyarakat di kawasan relokasi. Harapan kami, melalui pemutakhiran R3P ini, kebutuhan Kabupaten Karo dapat segera difasilitasi,” harap Bupati Antonius Ginting. (R1/KBRN)













Komentar