Pemkab Karo Bersama Pakar Geologi Bahas Mitigasi Bencana dan Strategi Pembangunan Daerah

Karo2435 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo menggelar diskusi bersama Cendekiawan Karo Indonesia dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) guna membahas mitigasi bencana longsor, banjir, gempa bumi, serta arah kebijakan pembangunan daerah dalam mendukung visi dan misi kepala daerah, Senin (16/2/2026).

Kegiatan dipimpin langsung Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes dan dihadiri Wakil Bupati, Komando Tarigan, S.P, Sekretaris Daerah, Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait.

Pertemuan tersebut menghadirkan pakar geologi Tanah Air, Ir.Jonathan Tarigan.

Dalam pemaparan disampaikan bahwa curah hujan di wilayah Kabupaten Karo tergolong sangat tinggi, mencapai 3.000–3.500 mm per tahun, sehingga berpotensi meningkatkan risiko banjir dan longsor akibat perubahan iklim, tata guna lahan, dan kondisi topografi.

Sejumlah rekomendasi yang mengemuka antara lain reboisasi dan penghijauan, penataan kawasan permukiman dan pertanian, penguatan irigasi serta teknologi pertanian, pembangunan shelter bencana multifungsi, hingga penyediaan sistem peringatan dini di wilayah rawan.

Selain itu, kesiapsiagaan terhadap potensi gempa bumi perlu diperkuat melalui penerapan standar bangunan tahan gempa, pemanfaatan peta kawasan rawan, serta keterlibatan tenaga ahli dalam perizinan bangunan gedung.

Menurut Jonathan Tarigan, dalam konstelasi Sumatera yang rawan gempa bumi tersebut, Sumatera Utara (Sumut) juga termasuk sebagai daerah yang rawan gempa bumi.

Potensi dan sumber ancaman gempa bumi terhadap Sumut ada empat. Sumber pertama, dari jalur subduksi-megathrust Simeulue-Nias-Mentawai, kedua dari jalur patahan Renun-Toru-Angkola, ketiga dari jalur busur belakang (back arc) pantai timur Sumbagut (Sumut dan NAD dan dari selat Malaka) dan yang keempat dari jalur tektonik Andaman-Nikobar.

Bumi Sumatera (Sumut) tandas Jonathan, merupakan bahagian paling depan dari lempeng benua Eurasia didesak atau ditekan oleh lempeng samudera India dengan kecepatan 58-60 mm/tahun. Ini kata dia dapat kita bandingkan dengan kecepatan lempeng samudera Pasifik yang menekan lempeng benua Amerika dengan kecepatan 40 mm/tahun.

“Artinya, semakin tinggi kecepatan gerakan lempeng tektonik menekan akan semakin lebih sering gempa bumi terjadi. Tekanan itu telah menyebabkan bumi Sumatera termasuk Provinsi Sumatera Utara mengalami proses peremukan atau rupture yang telah berlangsung sepanjang sejarah geologi,” beber Jonathan.

Diskusi juga menekankan pentingnya kebijakan pembangunan yang tepat sasaran guna mendorong investasi sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah di tengah keterbatasan kapasitas fiskal.

Menutup kegiatan, Bupati Karo,Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes menyampaikan apresiasi atas kontribusi pemikiran para cendekiawan serta mendorong perangkat daerah menjalin komunikasi dan kolaborasi aktif dengan masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan diaspora Karo.

Hal tersebut diharapkan mampu menghadirkan pembangunan daerah berbasis data yang efektif, inovatif, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat. (R1)

Komentar