Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes didampingi Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP, menghadiri acara Pentahbisan Imam Baru Ordo Kapusin Medan yang dilaksanakan di Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Assisi Jalan Letjen Jamin Ginting, Berastagi, Sabtu (24/01/2026).
Terlihat juga hadir, Uskup Medan Mgr. Kornelius Sipayung, Danrem 031/WB Brigjen TNI Agustatius Sitepu, SIP yang juga mantan Dandim 0205/Tanah Karo,
Kapolres Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho, SH, SIK, MSi, Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert B. Panjaitan, para pastor Kapusin, tokoh masyarakat, serta keluarga diakon dan para undangan dalam prosesi pentahbisan Imam Baru Ordo Kapusin Medan itu.

Sebanyak 8 imam baru ditahbiskan dalam perayaan iman yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Agung Medan, Monsinyur Kornelius Sipayung, OFMCap.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Propinsial Kapusin Medan, para imam, biarawan dan biarawati, keluarga para imam yang ditahbiskan, serta umat Katolik dari berbagai paroki.
Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pawai atau parade dari Lapangan Parkir Open Stage Taman Mejuah-Juah menuju Gereja Paroki Santo Fransiskus Assisi Berastagi melalui bundaran Tugu Perjuangan dan Jalan Letjen Jamin Ginting.
Selanjutnya dilaksanakan misa syukuran pentahbisan delapan imam baru Ordo Kapusin yang dipimpin langsung oleh Uskup Medan Mgr. Kornelius Sipayung, dilanjutkan acara ramah tamah bersama para imam baru dan keluarga.
Di sela kegiatan itu, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tanah Karo AKBP Pebriandi Haloho menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan keagamaan tersebut berjalan dengan tertib, sejuk dan penuh kekhusyukan.

“Kami dari Polres Tanah Karo mengapresiasi kegiatan pentahbisan ini yang berjalan dengan sangat baik. Momentum seperti ini memperkuat nilai-nilai keimanan sekaligus kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Kapolres.
Kapolres juga berharap para tokoh agama dan umat dapat terus menjadi mitra Polri dalam menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kabupaten Karo.
Mantan Kapolres Pakpak Bharat itu, juga mengapresisi kuatnya harmonisasi dan toleransi antar pemeluk agama di Kabupaten Karo. “Ini anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang harus kita syukuri dan selalu kita rawat dan jaga bersama.
Toleransi dan Bhineka Tunggal Ika adalah fondasi yang kuat yang memperkokoh keutuhan bangsa kita Indonesia,” ujar AKBP Pebriandi Haloho yang juga putera daerah Tanah Karo.
“Kami mengajak seluruh tokoh agama dan masyarakat untuk bersama-sama menjadi mitra kamtibmas. Sinergi ini penting agar keamanan dan ketertiban di Kabupaten Karo tetap terjaga,” tambahnya.
Sebelumnya, dalam sambutannya, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaan atas terselenggaranya pentahbisan imam baru tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Karo, Bupati Antonius Ginting menyampaikan ucapan proficiat serta apresiasi kepada para imam baru yang telah menjawab panggilan Tuhan untuk melayani umat,” ucapnya.
“Para imam merupakan gembala umat yang dipanggil untuk menjadi penyalur berkat, penyejuk jiwa, serta pembangkit iman umat Tuhan melalui pelayanan sakramen,” ujar Bupati Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes.
Dia juga menegaskan bahwa Sakramen Imamat merupakan panggilan suci yang menuntut kesetiaan dan pengabdian total. “Oleh karena itu, seluruh umat diajak untuk terus mendoakan para imam agar tetap setia, kuat, dan bersemangat dalam menjalankan tugas pelayanannya,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh umat Katolik khususnya di Kabupaten Karo untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, kebersamaan dan toleransi antarumat beragama merupakan modal penting dalam mewujudkan Kabupaten Karo yang beriman, berbudaya, modern, unggul, dan sejahtera berkelanjutan.
Pantauan di lapangan, untuk menjamin kelancaran kegiatan, Satlantas Polres Tanah Karo menempatkan puluhan personel pengamanan di sejumlah titik, baik sepanjang rute pawai maupun di sekitar lokasi gereja. (R1/Redaksi)













Komentar