Rusia Dorong Indonesia Segera Miliki Su-35 Meski Ada Ancaman Sanksi CAATSA

Nasional5472 Dilihat

Jakarra, Karosatuklik.com – Ancaman sanksi CAATSA memang mengganggu proses pembelian jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia ke Indonesia.

CAATSA sendiri merupakan sanksi yang dibuat Amerika Serikat bagi negara manapun termasuk Indonesia yang mengakuisisi Su-35 atau peralatan militer dari Rusia.

Sanksi CAATSA memang terlihat tidak adil, karena Su-35 buatan Rusia dibeli dengan uang Indonesia sendiri, tidak utang atau pinjam dari Amerika Serikat sekalipun.

Ia juga membayangi Turki dan Mesir.

Sanksi ini dibuat oleh Presiden Donald Trump pada 2 Agustus 2017 lalu untuk memberikan efek kerugian ekonomi bagi Rusia dan China pada umumnya.

Rusia Dorong Indonesia Segera Miliki Su-35 Meski Ada Ancaman Sanksi CAATSA

Karena tanpa CAATSA, AS bisa kehilangan hegemoni pemasaran senjatanya di seluruh dunia.

Perlu dicatat bila AS merupakan eksportir senjata terbesar dunia, disusul Rusia lalu China.

Maka hipotesis sederhana Indonesia tak boleh memiliki Su-35 hanya murni masalah bisnis.

Karena AS lantas menawarkan 11 unit F-15 Eagle II sebagai ganti Su-35.

Dikutip dari Air Force Technology, Su-35 juga memiliki perangkat Electronic Countermeasure (ECM) untuk menanggulangi tembakan rudal udara ke udara jarak jauh AIM-120 AMRAAM yang kini menjadi andalan penempur-penempur Barat.

Maka Moskow mendorong agar Jakarta segera memiliki Su-35 untuk menggatrol kapasitas Air Superiority TNI AU.

Rusia Dorong Indonesia Segera Miliki Su-35 Meski Ada Ancaman Sanksi CAATSA

Hal ini diungkapkan oleh juru bicara Biro Federal untuk Kerjasama Teknis-Militer Valeria Reshetnikova.

Reshetnikova menjelaskan bila pembelian Su-35 Indonesia tak bisa dihindarkan dari sorotan publik karena memang strategis.

“Sejak awal, proyek penyediaan 11 jet tempur multiperan Su-35 k Jakarta telah menarik perhatian masyarakat dunia,” kata Reshetnikova seperti dikutip dari TASS pada 21 Juli 2021 lalu.

Reshetnikova paham betul dengan ancaman sanksi CAATSA yang dihadapi Indonesia.

Namun bila Indonesia yakin akan pembelian ini, Rusia siap memenuhinya secepat mungkin.

Pada semua tingkat yang memungkinkan, Jakarta sangat disarankan untuk meninggalkan proyek tersebut. Namun, kami dengan yakin menegaskan pihak Rusia bermaksud memenuhi kontrak ini,” tegas Reshetnikova.

Selain Indonesia sebagai calon pembeli, Su-35 Rusia sudah dipakai AU Mesir dimana Kairo juga menghadapi sanksi CAATSA hingga AU China. (ZJ)

Bagikan Ke :