Sebelum Tewas, Brigadir J Menangis Ketakutan, Rekaman Terungkap

Headline2175 Dilihat

Jakarta, Karosatuklik.com – Pembunuhan Brigadir J naik status dari penyelidikan menjadi penyidikan.
Diketahui Brigadir J sebelumnya diberitakan tewas setelah baku tembak dengan Bharada E.

Disebut Brigadir J hendak melakukan pelecehan seksual terhadap istri dari Irjen Pol Ferdy Sambo. Namun banyak netizen yang meragukan hal itu.

Desakan pun muncul hingga akhirnya Polri menonaktifkan Irjen Pol Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam Polri dan sejumlah petinggi Polri lainnya.

Kemudian Polri melangkah jauh dengan menaikkan status kasus itu ke penyidikan. Fakta terbaru disebut Kamarudin Simajutak selaku kuasa hukum keluarga Brigadir J. Menurut dia Brigadir J diduga menjadi korban pembunuhan berencana.

Buktinya adalah rekaman elektronik dimana sebulan sebelum tewas dirinya sempat menangis ketakutan. Brigadir J disebut beberapa kali mengalami ancaman pembunuhan.

Pihak keluarga mempunyai keyakinan bahwa kematian Yoshua bukan hanya sekedar baku tembak dengan Baradha E, menurut penjelasan dari Kamarudin Simanjutak.

Pihak keluarga menduga bahwa telah terjadi tindak pidana pembunuhan yang direncanakan atau disengaja.

Dengan barang bukti baru dari tim kuasa hukum yang mengarah pada dugaan pembunuhan berencana Brigadir J keyakinan keluarga semakin kuat. “Kuat dugaan, Brigadir J dianiaya sebelum ditembak,” kata dia

Kini keluarga bersama tim kuasa hukum mengungkap bukti baru ke hadapan polisi, yaitu rekaman elektronik yang berisi situasi memilukan Brigadir J beberapa hari sebelum dirinya tewas terbunuh.

Keterangan tersebut didapat dari hasil wawancara kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, di Jambi, Sabtu, 23 Juli 2022. Yaitu tepatnya selepas Kamaruddin mendampingi keluarga memenuhi panggilan penyidik di Mapolda Jambi.

Terkait rekaman elektronik yang dimaksud, Kamaruddin menjelaskan bahwa di dalamnya, terlihat mendiang Brigadir Yosua alami ketakutan hebat.

Dia bahkan mengatakan bahwa sepanjang rekaman yang diambil pada Juni 2022 itu, Brigadir J tampak menangisi sesuatu. “Itu rekaman elektronik teknisnya akan kami ungkap nanti,” kata Kamarudin Simanjuntak, dikutip dari Antara.

Kamaruddin melanjutkan, publik perlu mengetahui bukti terbaru berupa rekaman elektronik tersebut lantaran jelas sekali mengarah pada ancaman pembunuhan.

Jejak elektronik dugaan pembunuhan terhadap Yosua itu, kata dia, menghimpun kondisi korban menjelang tragedi penembakan.

Hal ini perlu diinformasikan, kami sudah menemukan jejak digital dugaan pembunuhan berencana, artinya ada rekaman elektronik,” ujarnya lagi.

Kamaruddin mengungkapkan, dugaan ancaman pembunuhan berencana itu tidak hanya dilakukan dalam satu atau dua kali kesempatan.

Hal itu lantaran rekaman menunjukkan ancaman terus berlanjut dan masih berlangsung hingga satu hari jelang kematian Yoshua.

“Namun salah satu yang bisa saya pastikan itu pengancamannya di Magelang (Jawa Tengah), (maka) untuk TKP tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi di Magelang atau antara Magelang-Jakarta, atau di rumah Ferdy Sambo,” katanya lagi.

Adapun mengenai dua handphone milik Brigadir Yosua di rumah dinas, Kamarudin belum bisa mengkonfirmasi benar tidaknya handphone tersebut merupakan milik Brigadir J.

“Saya belum periksa, apakah itu handphonenya atau yang lain karena harus kita periksa terlebih dahulu,” ucap Kamarudin.

Selesai mendampingi pihak keluarga untuk dimintai keterangan oleh penyidik di Mapolda Jambi, Kamaruddin bersama tim bertolak menuju rumah duka dan makam Brigadir Polisi Yoshua.

Adapun pemakaman berlokasi di daerah Sungai Bahar unit 1 Kabupaten Muaro Jambi. Kamaruddin mengaku ingin melihat sendiri kelayakan lokasi autopsi ulang di sana. (R1/Teras Gorontalo)