Seluruh Jenazah ATR 42-500 Berhasil Ditemukan, Operasi Pencarian Ditutup

Nasional2712 Dilihat

Makassar, Karosatuklik.com – Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban ke-9 dan ke-10 kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik maskapai Indonesia Air Transport di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dengan temuan tersebut, seluruh awak dan penumpang pesawat telah ditemukan.

Pesawat ATR 42-500 yang di-charter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebelumnya dilaporkan hilang kontak di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu siang pekan lalu.

Pesawat dengan rute penerbangan Yogyakarta–Makassar itu kemudian dikonfirmasi jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung sehari setelahnya.

Gunung Bulusaraung berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Berdasarkan manifes penerbangan, terdapat 10 orang di dalam pesawat, terdiri atas tujuh awak penerbangan dan tiga penumpang.

Tiga penumpang tersebut merupakan pegawai KKP yang tengah menjalankan misi patroli atau pengawasan kelautan melalui udara, yakni Ferry Irawan, Deden Maulana, dan Yoga Naufal.

Sementara itu, tujuh kru pesawat terdiri atas Captain Andi Dahananto sebagai pilot dan Muhammad Farhan Gunawan selaku kopilot. Selain itu terdapat Flight Operation Officer (FOO) Hariadi, dua Engineer on Board (EOB) atau teknisi bernama Resti Ad dan Dwi Murdiono, serta dua pramugari Florencia Lolita Wibisono dan Esther Aprilita.

PROSES EVAKUASI DAN IDENTIFIKASI KORBAN

Tim SAR gabungan menemukan dua korban terakhir tidak jauh dari lokasi enam korban yang ditemukan sehari sebelumnya. Korban kesepuluh ditemukan pada Jumat (23/1) pagi di area jurang pegunungan dengan kondisi tidak utuh.

“Betul (korban terakhir ditemukan), korban yang kita temukan jenazah, namun ada bagian tubuh yang tidak lengkap,” kata Kepala Basarnas Marsdya TNI Mohammad Syafii di Lanud Hasanuddin, dilaporkan detikNews, Jumat (23/1/2026).

Kondisi serupa juga ditemukan pada enam jenazah lain yang sebelumnya ditemukan di lereng gunung pada Kamis (22/1).

“Enam ini (ditemukan) tidak utuh. Ada setengah badan, ada kepala dan bagian tubuh lainnya. Identifikasi nantinya di tim DVI yang menentukan,” kata Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh Arif Anwar.

Dari enam jenazah tersebut, satu korban telah lebih dulu dievakuasi ke RS Bhayangkara Makassar. Dua jenazah lainnya kemudian menyusul dievakuasi dan tiba di Lanud Hasanuddin, Kabupaten Maros, pada Jumat (23/1) pagi.

Tiga jenazah yang masih berada di lokasi akan dievakuasi bersama dengan jenazah terakhir yang ditemukan pada pagi hari. Marsdya Syafii berharap seluruh proses evakuasi dapat diselesaikan hari ini.

Hingga saat ini, dua korban telah berhasil diidentifikasi, yakni Deden Maulana serta pramugari Florencia Lolita Wibisono.

Identitas lengkap seluruh korban akan diumumkan secara resmi oleh Tim DVI Dokkes Polda Sulawesi Selatan setelah proses identifikasi dinyatakan tuntas. (R1/CNA.id)