Jakarta, Karosatuklik.com – Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) telah menerima helikopter tempur Mi-35M baru buatan Rusia, dengan gambar yang beredar di media sosial pada 3 September 2026.
Dikutip dari Militarywatchmagazine pada Kamis (10/9/2026), TNI AD saat ini, mengoperasikan Mi-35P varian lama di Lanumad Ahmad Yani, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Helikopter Mi-35M adalah salah satu turunan yang paling dimodernisasi dari keluarga Mi-24. Dikembangkan oleh Rostvertol, helikopter tersebut menggabungkan konfigurasi dasar helikopter serang-angkut lapis baja berat dan helikopter serang Mi-24 dengan perubahan substansial pada propulsi, avionik, sistem penerbangan, dan konfigurasi senjatanya.
Mi-35M merupakan salah satu pengembangan paling signifikan dari keluarga Mi-24 yang dikembangkan oleh Rostvertol. Helikopter ini tetap mengusung desain Mi-24 sebagai helikopter serang sekaligus angkut pasukan berlapis baja.
Salah satu perbedaan yang paling jelas adalah pemasangan meriam. Mi-35P Indonesia menggunakan meriam laras ganda GSh-30K 30mm yang dipasang secara kaku di sisi badan pesawat bagian depan. Sehingga helikopter itu sendiri perlu bermanuver untuk mengarahkan senjata ke sasaran.
Mi-35M menggunakan turet NPPU-23 yang dipasang di dagu, yang menggabungkan meriam laras ganda 23mm GSh-23V. Hal itu memungkinkan senjata untuk diarahkan secara independen dalam busur yang jauh lebih lebar.
Peningkatan dan Fitur Utama
Meriam Dagu (Turret): Menggunakan turet NPPU-23 dengan meriam laras ganda 23mm GSh-23V, berbeda dari varian lama Mi-35P yang memakai meriam tetap 30mm.
Teknologi Canggih: Dilengkapi sistem pertahanan DIRCM turret model L370-5/L370-5L serta sistem peringatan dini rudal.
Performa Terbang: Menggunakan bilah rotor komposit utama yang lebih ringan serta rotor ekor berbentuk X ala helikopter Mi-28.
Hal itu memberikan kemampuan Mi-35M yang jauh lebih dekat dengan kemampuan yang diharapkan dari helikopter serang modern sambil mempertahankan kemampuan keluarga Mi-24 untuk mengangkut pasukan dan peralatan.
Saat ini Rusia adalah satu-satunya negara yang memproduksi tiga jenis helikopter serang kelas berat secara bersamaan, yaitu Mi-35, Mi-28, dan Ka-52.
Tidak seperti dua jenis lainnya, Mi-35 bukanlah desain baru pasca-Perang Dingin, tetapi varian Mi-24 yang dimodernisasi secara besar-besaran. Tidak hanya memiliki kemampuan tempur yang unggul, tetapi juga dapat berfungsi sebagai helikopter tempur dengan kemampuan pengangkutan personel terbatas.
Sebanyak 11 negara asing telah mengakuisisi Mi-35 sejak jenis itu mulai ditawarkan ke luar negeri pada awal tahun 2000-an, dengan lebih dari 180 unit telah diekspor. Belarus adalah operator baru terbaru, dan mulai menerima pesawat tersebut pada awal 2023. (R1)
