Jakarta, Karosatuklik.com – Tepat pukul 09.31 WIB tadi, Helikopter EC-725 Caracal dan NAS-332 Super Puma yang melaksanakan pantauan dari udara di lokasi jatuhnya Sriwijaya SJ-182, kembali ke Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta.
Asops Kasau Marsda TNI Henri Alfiandi yang memimpin misi menyatakan, dari pantauan udara di koordinat 0555.23 LS dan 106.36.05 BT terlihat perbedaan air laut yang sangat kontras, yang diduga merupakan tumpahan minyak.
Selanjutnya tim terus berkoordinasi dengan tim SAR di laut untuk mengecek secara fisik.
Misi SAR Sriwijaya SJ-182
TNI AU berangkatkan dua helikopter dan satu pesawat CN-295 untuk membantu proses pencarian dan pertolongan (SAR) musibah jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182.
Pesawat misi SAR take off dari Lanud Halim Perdanakusuma pukul 07.31 WIB, dipimpin langsung oleh Asops Kasau Marsda TNI Henry Alfiandi, Minggu (10/1/2020).
Asops Kasau Marsda TNI Henri Alfiandi selaku koordinator unsur TNI AU mengatakan ruang udara yang akan digunakan untuk pencarian diatur dari posko di Lanud Halim P., sehingga proses pencarian dari udara akan lebih terkoordinasi dan menjamin keselamatan semua pihak.
“Personel yang dilibatkan kurang lebih 150 orang, baik crew, personel Lanud, paskhas, serta dari Koopsau I,” tambahnya.
Berkaitan dengan lamanya proses pencarian, TNI AU akan menyesuaikan dari Basarnas, TNI AU akan terus men- support Basarnas sesuai instruksi Panglima TNI.
Setelah melakukan Konfrensi Pers, Asops kasau memimpim langsung pencarian dengan menggunakan pesawat Helikopter EC-725 Caracal.
Turut hadir dalam keberangkatan ini Waasops Kasau, Kaskoopsau I, Danlanud Halim Perdanakusuma dan pejabat terkait. (R1)














