Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, bersama jajaran Forkompida Kabupaten Karo bergerak cepat mengunjungi ratusan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan. Insiden ini terjadi setelah para siswa mengonsumsi hidangan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Negeri 1 Berastagi dan SMA Swasta Bersama Berastagi, Kamis (13/08/2026).
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah pihak turut hadir diantaranya :
1. Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) beserta perwakilan Koordinator Regional Provinsi Sumatera Utara (Propsu) dan Koordinator Wilayah (Korwil) Karo.
2. Kepala Cabang IV Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
3. Kepala SMA Negeri 1 Berastagi.
4. Perwakilan Yayasan Bersama Berastagi.
Kunjungan langsung ini dilakukan untuk memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang cepat, tepat, dan maksimal. Sebagai pejabat publik yang juga berlatar belakang dokter spesialis, Bupati Karo memantau intensif kondisi fisik para siswa yang sedang dirawat.
Berdasarkan data sementara, total korban yang mendapat perawatan medis mencapai 289 orang.
Para siswa saat ini tersebar di beberapa fasilitas kesehatan terdekat dengan rincian sebagai berikut:

- Rumah Sakit (RS) Amanda: 157 orang dengan rincian 137 orang rawat inap dan 20 orang rawat jalan
- RS Efarina: 90 orang
- RSUD Kabanjahe: 35 orang
- RS Mina: 4 orang
- Puskesmas Berastagi: 3 orang.
“Pemerintah Kabupaten Karo bertanggung jawab penuh atas keselamatan dan kesembuhan anak-anak kita. Kami pastikan perawatan medis berjalan komprehensif dan maksimal,” kata Bupati.
“Jika ada siswa yang kondisinya sudah membaik dan dinyatakan sehat oleh tim dokter, proses kepulangannya akan difasilitasi langsung oleh Pemkab Karo hingga sampai ke rumah masing-masing,” tegas Bupati Antonius Ginting.
“Pemkab Karo mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi berita dan informasi yang tidak benar. Kami akan terus meng-update terkait perkembangan penanganan medis. Kita doakan anak-anak kita tetap semangat, cepat sembuh dan pulih,” harap Bupati.
“Percayakan penanganan medis serta proses investigasi ini kepada pihak berwenang,” ajaknya.
Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen untuk terus memperbarui perkembangan kondisi para siswa secara transparan kepada publik.
Kepala BGN Minta Maaf, Dapur MBG Terancam Tutup dan Kepala SPPG Dicopot

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permohonan maaf kepada Bupati Karo dan para korban beserta keluarga atas insiden dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan pelajar dari SMAN 1 Berastagi dan Yayasan Perguruan Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara pada 13 Agustus 2026.
“Di momen ini kami menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian, ada yang di Jepara, ada yang di Yogya, ada di Jayapura, termasuk yang di Semarang.” Ia berjanji akan memperbaiki seluruh proses dan tata kelola program MBG secara menyeluruh agar tak terulang korban keracunan di masa depan.
Tragedi yang terjadi di Berastagi lantas memunculkan pertanyaan serius mengenai siapa yang bertanggungjawab atas keamanan pangan MBG. Ratusan siswa dan guru tiba-tiba mengalami gejala gatal, pusing, muntah-muntah, hingga kejang beberapa saat setelah menyantap makanan siang MBG di sekolah.
Daftar korban yang harus dibawa ke rumah sakit bertambah setiap jam. Orang tua dan guru dibuat panik karena program yang digadang-gadang sebagai penyelamat generasi malah berubah jadi sumber malapetaka.

Sudaryono menegaskan BGN langsung melakukan investigasi. Sanksi tegas siap dijatuhkan kepada dapur MBG yang terbukti lalai, termasuk suspensi operasional hingga pemecatan kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sanksi administratif ini diatur dalam Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 13 Tahun 2023 tentang Keamanan Pangan, serta Permenkes Nomor 1096 Tahun 2011 tentang Higiene Sanitasi Jasaboga.
“Kami suspensi dapurnya, kepala SPPG kita copot, dapur yang bermasalah bisa kita tutup permanen. Kami pastikan kasus seperti ini jadi prioritas untuk transformasi SOP dan pengawasan lapangan,” tegas Sudaryono.
Permintaan maaf Sudaryono juga disampaikan langsung ke Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes. Melalui video call, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf. “Saya minta maaf ya pak Bupati, Ini akan kami investigasi, bantu kami untuk menginvestigasi ini,” ujarnya. (R1)














Komentar