Kabanjahe, Karosatuklik.com – Pemerintah Kabupaten Karo melakukan langkah strategis untuk mendorong Festival Bunga dan Buah Karo naik kelas menjadi agenda pariwisata global.
Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan kerja Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, dalam rangkaian Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang berlangsung pada 7–12 Agustus 2026 di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi Kabupaten Karo untuk mempelajari tata kelola event pariwisata berbasis bunga berskala internasional, sekaligus memperkuat sinergi antar daerah.

Kabupaten Karo dan Kota Tomohon dinilai memiliki kemiripan karakteristik, terutama pada potensi besar pengembangan pariwisata berbasis bunga, kekayaan budaya, dan ekonomi kreatif.
Pada Opening Ceremony TIFF 2026 di GOR Babe Palar, Jumat (7/8), Bupati Karo menyerahkan cendera mata khas Karo kepada Pemerintah Kota Tomohon berupa kain adat Beka Buluh, Uis Nipes, serta Kopi Karo. Penyerahan ini menjadi simbol persahabatan, diplomasi budaya, dan penguatan kerja sama regional.
Pada puncak acara, Sabtu (8/8/2026), Bupati Karo bersama Anggota DPRD Kabupaten Karo serta Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Karo, menyaksikan langsung Tournament of Flowers dan Tomohon Flower Carnaval.
Event internasional ini menampilkan Tarian Kabasaran serta parade 37 Float Display (mobil hias), yang dihadiri oleh para Duta Besar negara sahabat, perwakilan pemerintah pusat, DPR RI, DPD RI, serta pemangku kepentingan pariwisata nasional.
Kehadiran perwakilan negara asing memberikan perspektif baru bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Karo tentang bagaimana festival bunga mampu menjadi platform promosi, penggerak ekonomi kreatif, sekaligus instrumen diplomasi daerah yang efektif.
Pasca kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Karo berkomitmen penuh untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan Festival Bunga dan Buah Karo agar diakui di tingkat global dengan tetap mempertahankan identitas adat lokal Karo.
Tomohon International Flower Festival 2026

Sebelumnya, Wali Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut), Caroll JA Senduk mengatakan ‘Tomohon International Flower Festival’ (TIFF) menjadi wadah promosi kota berpenduduk lebih dari 100 ribu jiwa tersebut.
“TIFF bukan hanya sekadar festival bunga, TIFF adalah identitas Kota Tomohon sebagai kota bunga, wadah promosi pariwisata, budaya, florikultura, UMKM dan ekraf,” kata Wali Kota Caroll di Tomohon, Minggu (10/8/2026).
Wali Kota mengatakan, penyelenggaraan festival bunga setiap tahun telah dikenal nasional maupun mancanegara.
“Tahun ini kita selenggarakan di tengah semangat efisiensi dan optimalisasi penggunaan anggaran. Namun efisiensi bukan berarti mengurangi semangat kreativitas maupun kualitas,” sebut Wali Kota.
Di balik efisiensi dan optimalisasi penggunaan anggaran tersebut tersemat dorongan untuk bekerja lebih cerdas, inovatif dan lebih banyak kolaborasi.
Dia mengatakan, melalui semangat kolaborasi tersebut mau menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah festival tidak hanya ditentukan oleh besarnya biaya, akan tetapi oleh kuatnya sinergi.
Keberhasilan penyelenggaraan festival bunga ini karena kuatnya sinergi antar pemerintah, masyarakat, petani bunga, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, media dan seluruh pemangku kepentingan yang memiliki kecintaan kepada Kota Tomohon,” katanya menambahkan.
Wali Kota menyampaikan terima masih untuk semua pihak yang telah memberikan dukungan sehingga TIFF tahun ini bisa terselenggara.
“Selamat menikmati keindahan bunga, kekayaan budaya, keramahan masyarakat serta pesona alam Kota Tomohon. Alam adalah kemakmuran untuk kita semua,” ujarnya.

Wali Kota berharap, melalui penyelenggaraan festival bunga kunjungan wisatawan semakin meningkat, petani semakin sejahtera dan perekonomian semakin bertumbuh,” harapnya.
Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 berlangsung dari tanggal 7 hingga 12 Agustus 2026 di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Dengan mengusung tema “Collaboration of Spirit”, festival bunga terbesar di Indonesia ini kembali masuk ke dalam kalender pariwisata bergengsi Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Acara tahunan ini melibatkan ratusan petani bunga lokal dan menyerap lebih dari 350.000 tangkai bunga segar untuk menghias puluhan kendaraan parade. (Robert Tarigan)














Komentar