GMNI Karo Gelar Aksi Lilin untuk Korban Represif Aparat dan Kondisi Bangsa

Karo4055 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Aksi damai dan penyalaan lilin oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Karo dan Gerakan Pemuda Tanah Karo (GERTAK) berlangsung aman dan tertib di pintu gerbang halaman Gedung DPRD Kabupaten Karo Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (4/9/2025) malam pukul 20.00 WIB.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa sekaligus solidaritas atas kasus represif aparat yang menimpa Affan Kurniawan, seorang Ojek Online (Ojol) yang menjadi korban kekerasan.

Selain itu, aksi yang diikuti puluhan orang ini dipimpin Koordinator Aksi, Riski Tarigan, digelar sebagai bentuk dukungan terhadap 10 aktivis yang gugur dalam menyampaikan aspirasi rakyat Indonesia di berbagai daerah beberapa waktu lalu.

Massa aksi damai menyampaikan sejumlah tuntutan, antara lain: menghentikan tindakan kekerasan dan pelanggaran HAM oleh aparat, menindak tegas oknum aparat yang melakukan kekerasan, penghapusan sistem outsourcing, kenaikan UMK 10%, serta pemberantasan mafia tanah, mafia tambang, narkoba dan perjudian.

Dalam aksi yang berlangsung damai tersebut, puluhan kader GMNI Kabupaten Karo menyalakan lilin sebagai simbol duka dan harapan. “Lilin dianggap sebagai tanda perlawanan terhadap kegelapan, sekaligus doa agar keadilan dan demokrasi tetap menyala di tengah kondisi bangsa yang dinilai kian terpuruk,” tegas Riski Tarigan.

Lebih lanjut, ia menekankan, bahwa aksi ini bukan hanya untuk mengenang korban, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa. “Suara mahasiswa dan anak bangsa, tidak boleh dibungkam.

Justru kepedulian terhadap bangsa harus terus dirawat dalam semangat perjuangan bersama demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat, khususnya di Kabupaten Karo,” ujarnya lantang.

Polres Tanah Karo Kedepankan Pengawalan Humanis dan Persuasif

Kapolres Tanah Karo AKBP Eko Yulianto, SH, SIK, MM, M.Tr. Opsla yang turun langsung mengawal jalannya aksi, menegaskan pendekatan persuasif menjadi prioritas dalam pengawalan aspirasi masyarakat.

“Kita akan selalu bertindak humanis dan persuasif dalam mengawal rekan-rekan menyuarakan aspirasi secara elegan dan damai. Mari kita jaga Tanah Karo Simalem agar tetap aman dan tertib,” ujarnya.

Selain Kapolres, hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Br Tarigan, Wakil Ketua DPRD Imanuel Sembiring, Kasdim 0205/TK Mayor Cba Joni Siboro, Kasatpol PP Gelora Fajar Purba, serta jajaran Forkopimda lainnya.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 20.00 WIB dengan berkumpulnya massa di depan gerbang DPRD, dilanjutkan orasi dan penyampaian tuntutan.

Setelah itu, Kapolres, Kasdim, Ketua dan Wakil Ketua DPRD memberikan tanggapan yang menekankan pentingnya dialog dan kerja sama dengan masyarakat. Pukul 20.40 WIB, massa melakukan penyalaan lilin bersama Forkopimda Kabupaten Karo sambil menyanyikan lagu “Kulihat Ibu Pertiwi” kemudian foto bersama sebagai simbol kebersamaan.

Selama aksi berlangsung, pengamanan yang dilakukan Polres Tanah Karo bersama TNI dan instansi terkait memastikan situasi tetap aman, kondusif dan tertib.

Sebelumnya juga, sekitar 100-an massa menggelar aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Karo berlangsung tertib dan damai dimulai dari Makam Pahlawan hingga ke Kantor DPRD Karo, Jalan Veteran Kabanjahe.

Massa mendesak pemerintah secepatnya melakukan pengesahan RUU Perampasan Aset Koruptor hingga transparansi anggaran di tingkat daerah serta penanganan/pemberantasan penyakit masyarakat (Pekat) disambut dan diterima langsung Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan bersama sejumlah anggota dewan.

Catatan Redaksi

Bangsa Indonesia tengah mengalami momentum bersejarah. Gelombang demonstrasi yang dimulai dari Jakarta dan merambah ke berbagai kota dan daerah termasuk di Kabupaten Karo menunjukkan bahwa semangat kritis masyarakat masih menyala.

Tuntutan akan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan bergema di setiap sudut negeri.

Namun, di tengah perjuangan yang mulia ini, muncul fenomena yang sangat memprihatinkan: aksi anarkis, penjarahan hingga perusakan fasilitas umum yang justru melukai esensi dari perjuangan itu sendiri.

Ketika fasilitas umum dirusak, siapa yang merugi? Bukan para pejabat yang tengah dikritik, melainkan rakyat biasa yang setiap hari mengandalkan fasilitas tersebut.

Mahatma Gandhi membebaskan India bukan dengan kekerasan, melainkan dengan satyagraha—perlawanan tanpa kekerasan. Nelson Mandela mengakhiri apartheid bukan dengan balas dendam, melainkan dengan rekonsiliasi.

Demonstrasi yang bermartabat adalah demonstrasi yang mampu menyuarakan aspirasi tanpa anarkis menggambarkan kematangan dan kedewasaan dalam berdemokrasi. Dan hal itulah yang terjadi di Kabupaten Karo, dalam dua kali aksi demonstrasi, penyampaian aspirasi berlangsung sejuk plus pengawalan oleh aparat Polres Tanah Karo yang mengedepankan wajah bersahabat, persuasif dan humanis. (R1/Redaksi Hukum)

Komentar