Pemkab Karo Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak

Karo2377 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes diwakli Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM, didampingi Kepala Dinas DP3AP2KB, Data Martina, AP., M.Si, mengikuti kegiatan Pendampingan Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Provinsi Sumatera Utara yang dilaksanakan secara daring melalui zoom meeting di ruang Karo Command Center (KCC), Kantor Bupati, Kabanjahe, Jumat (10/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan evaluasi mandiri yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Pada kesempatan itu, Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Pemenuhan Hak Anak Wilayah III, Rr. Endah Sri Rejeki, memaparkan upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak melalui Sistem Pembangunan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten/Kota Layak Anak merupakan kabupaten/kota dengan sistem pembangunan yang menjamin pemenuhan hak anak serta perlindungan khusus anak secara terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan bahwa Provinsi Sumatera Utara termasuk provinsi dengan capaian baik dalam implementasi KLA.

“Bahkan, Kabupaten Karo menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya karena memiliki nilai bobot Evaluasi Mandiri (EM) tertinggi sebesar 626,95 pada pengisian sementara Evaluasi Mandiri,” ungkap Endah Sri Rejeki.

Selain itu, provinsi diharapkan berperan sebagai rumah konsultasi bagi kabupaten/kota dengan menyediakan kanal konsultasi terpadu, klinik pendamping mandiri, verifikasi berjenjang yang suportif, serta forum berbagi praktik baik dalam pelaksanaan Kabupaten/Kota Layak Anak.

Pemkab Karo Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pertahankan Predikat Kabupaten Layak Anak

Sementara itu, Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes diwakli Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP., MM, didampingi Kepala Dinas DP3AP2KB, Data Martina, AP., M.Si menjelaskan bahwa mempertahankan predikat KLA bukanlah perkara rutinitas administratif semata.

“Ada tuntutan untuk terus berbenah, menghadirkan terobosan, dan inovasi memastikan program yang dijalankan benar-benar berdampak bagi anak-anak di Kabupaten Karo,” sebutnya.

Hal ini sangat penting di tengah tuntutan yang kian kompleks terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak. ”Kalau kita tidak berinovasi, perjalanan kita akan begitu-begitu saja,” ujarnya.

Pernyataan itu mencerminkan kesadaran bahwa capaian KLA bukan garis akhir. Justru, setiap peningkatan predikat membawa konsekuensi berupa standar yang lebih tinggi. “Artinya, kerja-kerja perlindungan anak harus semakin terukur, terintegrasi, dan berkelanjutan;” tgasnya.

Menurutnya, mempertahankan predikat Kabupaten Karo Layak Anak berarti menjaga komitmen jangka panjang terhadap generasi masa depan. Sehingga bukan sebatas memenuhi indikator penilaian. ”Tetapi memastikan setiap anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembangnya serta terwujudnya Karo Unggul,” tutupnya. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar