Berastagi, Karosatuklim.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Ginting, S.STP, MM didampingi para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Karo, menghadiri kegiatan pengumpulan/penggalangan dana pembangunan Gedung Gereja Inkulturatif GBKP Majelis/Runggun Bukit Klasis Barus Sibayak.
Prosesi pengumpulan/penggalangan dana yang diawali ibadah tersebut dilaksanakan di Mikie Holiday Resort dan Hotel Berastagi, Sabtu (08/08/2026).
Dalam sambutan Bupati Karo yang dibacakan Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada segenap panitia pembangunan dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelenggarakan acara ini.
Ia menekankan pentingnya esensi rumah ibadah bagi pertumbuhan karakter masyarakat.
”Rumah ibadah bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri megah. Lebih dari itu, gereja adalah pusat pembinaan mental, spiritual, dan karakter jemaat agar bertumbuh menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, berintegritas, dan membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Bupati Karo.
Bupati juga menyadari bahwa proses pembangunan tempat ibadah memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit, baik dari segi pikiran, waktu, tenaga, maupun materi.

Namun, ia meyakini dengan landasan iman yang kuat serta semangat Aron (gotong royong) yang menjadi ciri khas masyarakat Karo, pembangunan ini akan berjalan dengan lancar.
“Yakinlah, tidak ada yang berkekurangan ketika kita memberi untuk kemuliaan nama-Nya. Apa yang hari ini kita tabur dengan keikhlasan, akan mendatangkan berkat yang melimpah di kemudian hari,” terang Bupati Antonius Ginting menyemangati jemaat.
Disamping itu, Bupati juga turut memberi apresiasi terhadap pembangunan gereja tersebut, khususnya konsep bangunan fisik yang mengusung arsitektur rumah adat Karo.
“Hal yang sangat membanggakan adalah konsep bangunan fisik yang diusung, yaitu gereja inkulturatif yang mengadopsi arsitektur rumah adat Karo,” ujar Sekda.
Menurutnya, konsep tersebut merupakan perpaduan antara nilai-nilai keimanan Kristiani dengan upaya pelestarian warisan budaya luhur Karo.
Selain menjadi tempat ibadah, pembangunan gereja inkulturatif ini diharapkan dapat menjadi ikon destinasi wisata religi sekaligus sarana edukasi budaya yang turut melestarikan identitas dan kebanggaan masyarakat Karo.
Ia mengajak seluruh jemaat melayani Tuhan dengan perwujudan saling mengasihi dan melayani sesama. Menjadikan gereja tempat memuji, memuliakan Tuhan. Tempat mendapatkan ajaran firman.
“Ketika kita melayani Tuhan, nama Tuhan akan dipermuliakan dan karya Tuhan semakin nyata bagi Kabupaten Karo dan masyarakat” tambahnya.

Bupati juga bahwa umat GBKP Majelis/Runggun Bukit Klasis Barus Sibayak tetap bersinergi dengan Pemkab Karo baik dalam menjaga kerukunan umat, sosialisasi program pemerintah serta dengan bangunan yang penuh citra budaya, membantu Pemkab Karo melestarikan kebudayaan.
Melalui momen pengumpulan dana tersebut, Antonius Ginting mengajak seluruh elemen yang hadir mulai dari jemaat lokal, para perantau, hingga simpatisan untuk memberikan sumbangsih terbaik mereka melalui doa, pemikiran, tenaga, maupun materi.
Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Karo akan terus berupaya mendukung program keagamaan demi mewujudkan masyarakat Karo yang beriman, sejahtera, religius, dan harmonis. (R1)














Komentar