Pemkab Karo Paparkan Mendesaknya Tol Medan-Berastagi Dukung Ketahanan Pangan dan KSPN Danau Toba

Karo2486 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, didampingi Wakil Bupati, Komando Tarigan, SP, Sekretaris Daerah (Sekda), Gelora Kurnia Putra, S.STP, MM dan OPD terkait mengikuti Rapat Koordinasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI secara virtual, Selasa (24/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Karo memaparkan kebutuhan infrastruktur daerah guna mendukung ketahanan pangan dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Kabupaten Karo Sentra Terbesar Produksi Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara

Paparan yang disampaikan langsung oleh Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes, menegaskan posisi strategis Kabupaten Karo sebagai bagian KSPN Danau Toba dan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Medan Binjai Deli Serdang Kabupaten Karo (Mebidangro).

Mebidangro telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional (KSN) melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 62 Tahun 2011.

Kabupaten Karo selain sebagai salah satu sentra terbesar produksi pangan dan hortikultura Sumatera Utara sangat membutuhkan infrastruktur berskala modern guna mendukung ketahanan pangan dan pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba.

Dukungan infrastruktur dinilai menjadi prasyarat utama dalam penguatan konektivitas, peningkatan aksesibilitas wilayah, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.

Usulan Prioritas Pembangunan Berskala Nasional

Adapun usulan prioritas pembangunan yang disampaikan meliputi pembangunan jalan alternatif Medan–Kabupaten Karo (Berastagi Bypass dan jalur alternatif Tiga Juhar–Serdang–Sinaman), pembangunan Jalan Tol Medan–Berastagi, peningkatan Dermaga Tongging sebagai pintu gerbang bagian utara Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, lanjutan pelebaran ruas Tugu Kol–Simpang Ujung Aji dan Kabanjahe–Merek.

Berikutnya, perkerasan bahu Jalan Rakoetta Brahmana (eks Jalan Kutacane) –Batas Kota Kabanjahe dan Jalan Mariam Ginting, rehabilitasi drainase dan trotoar Jalan Letjen Jamin Ginting dan Jalan Veteran Kabanjahe.

Tidak hanya itu, kebutuhan mendesak lainnya yakni penanganan banjir daerah irigasi rawa (D.I.R) Paya Lahlah.

Inpres Jalan dan Irigasi

Selain itu, juga diusulkan program Inpres jalan dan irigasi serta penyusunan RDTR Kecamatan Kabanjahe, Tigapanah, dan Tigabinanga guna mendukung kepastian pemanfaatan ruang dan investasi.

Pada akhir paparan, Bupati Karo Antonius Ginting meminta agar dukungan pembangunan konektivitas jalan berskala nasional menuju Kabupaten Karo dapat menjadi prioritas penanganan pemerintah pusat.

“Kami berharap pembangunan dan peningkatan akses jalan menuju Kabupaten Karo, khususnya jalur Medan-Karo, dapat menjadi prioritas karena belakangan ini sering terjadi longsor dan macet parah yang sangat mengganggu mobilitas dan perekonomian masyarakat, termasuk kerugian yang sangat tinggi dari distribusi logistik, dan kunjungan wisata,” harap Bupati Karo.

Melalui rakor ini diharapkan terbangun sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur Kabupaten Karo sebagai kawasan pertumbuhan, sentra pangan, dan destinasi pariwisata unggulan berskala nasional di kawasan Danau Toba. (R1)

Baca Juga:

  1. Akademisi USU, Prof Dr Bengkel Ginting MSi: Jangan Tunggu Korban Lagi, Segera Bangun Tol/Fly Over Medan- Berastagi
  2. Miris! Jalan Medan-Berastagi, Jalur Wisata dan Pertanian 11 Kabupaten Sumut dan Aceh Tidak Menjadi Skala Prioritas Nasional
  3. Lama Tinggal di Amerika, Aktor Tanta Ginting Tak Lupa Tanah Leluhurnya, Begini Pandangannya Tol Medan Berastagi

Komentar