Rakor Pengendalian Inflasi 2025 Secara Virtual dengan Mendagri, Bupati Karo: Pentingnya Kolaborasi dan Koordinasi

Karo3674 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp. OG, M. Kes mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) terkait pengendalian inflasi tahun 2025 secara virtual di ruang Karo Command Center (KCC) Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Karo., lantai satu Kantor Bupati, Jalan Letjen Djamin Ginting Kabanjahe, Selasa (4/3/2025).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, dari Ruang Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring.

Dalam pemaparannya, Mendagri menyampaikan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 3 Maret 2025. “Data tersebut menunjukkan bahwa perkembangan inflasi nasional pada Februari 2025 mengalami deflasi sebesar -0,09% secara tahunan (year-on-year) dibandingkan Februari 2024, serta -0,48% secara bulanan (month-to-month) dibandingkan Januari 2025,” kata Mendagri.

Ia juga menilai bahwa meskipun terjadi deflasi, kondisi daya beli masyarakat masih berada dalam kategori cukup baik. “Secara pribadi, saya melihat data ini tidak mengkhawatirkan, karena kemampuan daya beli masyarakat relatif cukup baik,” ujar Tito Karnavian.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan deflasi pada Februari 2025.

Beberapa di antaranya adalah adanya diskon tarif listrik, peningkatan produksi cabai merah dan cabai rawit, penurunan harga jagung di tingkat peternak, penyesuaian tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di beberapa wilayah, serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp 6.500 per kilogram.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa penyesuaian harga komoditas dan kebijakan pemerintah turut berperan dalam tren deflasi bulan ini,” jelas Amalia.

Dengan adanya rakor ini, diharapkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah semakin solid dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama di Kabupaten Karo.

Bupati Karo: Pentingnya Kolaborasi dan Koordinasi yang Solid

Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp. OG, M. Kes, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Karo bisa merespons terhadap pentingnya kerja sama lintas sektor dan lintas daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan mencegah terjadinya potensi lonjakan inflasi yang dapat merugikan masyarakat.

“Oleh karena itu, pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab yang harus kita jalankan dengan penuh keseriusan. Pengendalian inflasi yang efektif membutuhkan kolaborasi dan koordinasi yang solid antar seluruh pihak terkait, serta inovasi dan solusi yang cepat dan tepat guna dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang,” katanya.

“Kabupaten Karo dengan berbagai potensi yang dimiliki, memiliki tantangan dan peluang yang unik dalam mengelola inflasi. Kekuatan kita terletak pada kemauan untuk berinovasi dan bekerja bersama-sama, serta kemampuan kita untuk menghadapi setiap tantangan dengan solusi yang kreatif dan solutif,” ajak Bupati Karo.

Turut hadir mendampingi Bupati Karo unsur perwakilan Forkopimda Kabupaten Karo, Plh. Sekretaris Daerah, Dr. Drs. Edi Surianta, M. Pd, Asisten II Sekretariat Daerah, Drs. Dapatkita Sinulingga, Kepala BPS Kabupaten Karo Ratnauli Naibaho, perwakilan Bulog, dan pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Karo. (R1)

Baca Juga:

  1. Bupati Karo Apresiasi Sinergi Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan Pemkab Karo-Bank Indonesia
  2. Bupati Karo Antonius Ginting Sampaikan Visi Misi pada Pidato Perdana Rapat Paripurna Istimewa DPRD
  3. Pj Gubsu Tetapkan UMP Sumut 2025 Sebesar 6,5 Persen jadi Rp 2.992.559 Dan 8 Sektor UMSP, Ini Besarannya

Komentar