Transformasi Pertanian Digital: Bupati Karo Dukung Ekosistem Pertanian Berbasis Tehnologi AI

Karo2441 Dilihat

​Kabanjahe, Jarosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menghadiri rapat koordinasi tingkat tinggi mengenai pengembangan ekosistem pertanian berbasis Artificial Intelligence (AI) secara virtual pada Senin (23/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Karo Command Center (KCC) ini juga dihadiri Dandim 0205 Tanah Karo, Letkol Inf Robert B Panjaitan, Sekda Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra, S.STP, MM dan para Kepala OPD terkait.

​Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan, berpusat di Jakarta dan diikuti oleh jajaran kepala daerah serta pemangku kepentingan terkait.

​Dalam arahannya, Luhut Binsar Pandjaitan menekankan bahwa integrasi teknologi AI dalam sektor pertanian bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan pangan nasional. Toba dan wilayah sekitarnya, termasuk Kabupaten Karo, diproyeksikan menjadi pilot project implementasi teknologi ini.

Saat ini, lanjut Luhur, sistem pertanian berbasis AI telah diterapkan di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) 2. Menurut Luhut, sistem tersebut siap diaplikasikan pada sektor pertanian masyarakat.

“Sistem AI-nya sudah ada, bekerja sama dengan TSTH, lahan ada, ini bukan angan-angan lagi, titik-titiknya sudah dapat tinggal kita ‘jahit,” kata Luhut.

​Bupati Karo, menyambut baik inisiatif ini. Sebagai daerah yang dikenal sebagai lumbung pangan Sumatera Utara, Kabupaten Karo dinilai sangat siap mengadopsi teknologi digital untuk membantu para petani lokal.

​”Penerapan AI dalam pertanian akan membantu petani kita dalam memantau kondisi tanah, memprediksi cuaca secara presisi, hingga optimalisasi masa panen. Ini adalah langkah besar menuju Smart Farming di Tanah Karo,” ujar Bupati Karo.

Ia menegaskan perlunya peningkatan kemampuan para penggunanya, seperti petani, penyuluh, dan pihak terkait lainnya. Hal ini agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal.

​Poin Utama Pengembangan Ekosistem AI:

  1. ​Monitoring Presisi: Penggunaan sensor dan AI untuk memantau kesehatan tanaman secara real-time.
  2. Efisiensi Sumber Daya: Pengaturan irigasi dan pemupukan otomatis yang tepat sasaran untuk menekan biaya produksi.
  3. Akses Pasar: Integrasi data petani ke platform digital untuk memotong rantai distribusi yang panjang.

​​Kehadiran Bupati di zoom meeting ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat digitalisasi birokrasi dan sektor riil.

Bupati Antonius Ginting menginstruksikan dinas terkait untuk segera melakukan pemetaan lahan dan sosialisasi kepada kelompok tani agar teknologi ini dapat diimplementasikan dengan tepat guna.

​”Kita ingin petani Karo tidak hanya bekerja keras, tapi juga bekerja cerdas dengan bantuan teknologi,” tutupnya.

“Perlunya penguatan sistem digital, bukan hanya alat saja, tetapi SDM yang menggunakan, kemudian dukungan kebijakan yang tepat,” katanya. (R1)

Komentar