Beredar Kabar Operasi Internal Polri, Brimob Diduga Tangkap Perwira Tinggi Polisi

Nasional2783 Dilihat

Jakarta, Karosatuklik com – Kabar dugaan penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) oleh personel Brimob mencuat pada Selasa (3/11/2026). Para perwira tersebut disebut telah diamankan dan ditahan di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Informasi penangkapan tersebut ramai di kalangan wartawan hingga merebak viral ke media-media sosial. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri yang mengonfirmasi maupun membantah kabar penangkapan tersebut.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026), belum memberi keterangan soal hal ini.

Namun, dirinya terlihat menyadari bahwa isu ini memang sudah beredar luas. “Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu),” ujar Isir.

Isir tidak menjelaskan secara terperinci kebenaran informasi tersebut. Namun, ia menyampaikan bahwa penjelasan lebih lanjut kemungkinan akan diberikan dalam waktu dekat. “Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya,” kata Isir.

Dugaan adanya operasi internal di tubuh Polri semakin menjadi perhatian setelah sejumlah wartawan mengaku melihat personel Brimob mendatangi kawasan Mabes Polri.

Kedatangan personel tersebut disebut berlangsung sejak sore hingga malam hari sebelumnya. Aktivitas itu dinilai tidak biasa dan memunculkan dugaan adanya operasi yang melibatkan sejumlah perwira tinggi

Meski demikian, belum ada penjelasan resmi mengenai tujuan kedatangan personel Brimob tersebut, termasuk apakah kegiatan itu berkaitan dengan kabar penangkapan para jenderal. Berbagai spekulasi mengenai perkara yang diduga melibatkan para perwira tinggi tersebut turut beredar.

Sejumlah informasi mengaitkannya dengan dugaan penyadapan, praktik judi online, hingga tindak pidana korupsi.

Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Belum diketahui pula identitas perwira yang disebut diamankan, jumlah personel yang terlibat, maupun perkara yang menjadi dasar dugaan penangkapan. Belum adanya penjelasan terbuka dari Mabes Polri membuat kabar tersebut terus menjadi perhatian.

Pernyataan Kadiv Humas Polri mengenai kemungkinan adanya penjelasan dalam waktu dekat kini menjadi hal yang dinantikan. Publik masih menunggu kepastian mengenai kebenaran kabar penangkapan tersebut, termasuk siapa saja perwira yang diduga terlibat dan perkara yang tengah ditangani.

Hingga ada keterangan resmi dari pihak berwenang, informasi mengenai penangkapan sejumlah perwira tinggi Polri tersebut masih harus diperlakukan sebagai kabar yang belum terverifikasi.

Beredar WA Grup Diduga dari Internal Polri, Ungkap Nama-Nama Jenderal yang Diperiksa dan Ditahan

Kabar penangkapan beberapa jenderal polisi aktif terkait kasus penyadapan terhadap petinggi negara, terus mengalami perkembangan. Terbaru, beredar sebuah tangkapan layar percakapan di sebuah pesan di aplikasi percakapan WhatsApp (WA) yang diduga berasal dari grup WA internal Polri yang mengkonfirmasi soal penahanan dan penangkapan terhadap para jenderal polisi tersebut.

Dalam tangkapan layar pertama, sebuah pesan memerinci soal jenderal polisi yang sudah resmi ditahan. Dua nama jenderal polisi di antaranya Irjen Pol Ahrie Sonta (AS) yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Hukum, dan Irjen Pol Eko Hadi Santoso (EHS) yang saat ini menjadi Widyaiswara Kepolisian Utama Tk. 1 Sespim Lemdiklat Polri. Kedua jenderal itu, disebut dalam pesan WA tersebut ditegaskan sudah ditahan.

Seorang lagi yaitu Kombes Pol Ferli Hidayat, yang saat menjabat sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri, juga disebutkan sudah ditahan. Pesan kedua isinya menjelaskan nasib Jenderal L dan seorang Komjen. Untuk L yang dalam WA tersebut disebut sebagai Sigit dan Komjen Pipit, disebutkan masih menjalani pemeriksaan.

“Pak sigit sama bg pipit masih di bap, yg udah ditahan eko sama sonta,” demikian dikutip dari pesan WA tersebut, Selasa (3/11/2026). Nama Pipit ini sendiri diduga adalah Irjen Pipit Rismanto, yang saat ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Hukum Bidang Politik dan Keamanan.

Sementara nama Sigit, dikaitkan dengan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang merupakan mantan Kapolri dan saat ini menjabat sebagai Anggota Wantimpres.

Selain isi WA tersebut, beredar juga WA dari mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Marthinus Hukum yang mengecam aksi dugaan penyadapan terhadap petinggi negara yang diduga dilakukan para perwira tinggi aktif Polri itu.

Marthinus menulis dengan nada marah dan menyebut para perwira tinggi Polri tersebut melakukan makar.

“Dalam sejarah dunia tidak pernah ada Kepolisian melakukan makar terhadap pemerintah. Tapi kalau desas desus hari ini benar benar ADANYA, yang katanya ada segelincir oknum kepolisian melakukan makar, maka Anda sebagai mantan pemimpin Polri telah merubah sejarah dunia.

Dengan demikian semua prestasi anda adalah prestasi nomor satu.. Terkorup, terjelek, terusak dan terakhir adalah mencatat sejarah untuk pertama kalinya melakukan MAKAR,” demikian isi pesan WA tersebut.

Sampai saat ini, pihak Mabes Polri memang masih belum memberikan keterangan resmi terhadap isu yang beredar. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir hanya menegaskan pihak Mabes Polri akan buka-bukaan terkait isu tersebut.

“Berkaitan sama konteks, dinamika yang nanti mungkin rekan-rekan akan bertanya, dalam sore menjelang malam nanti, nanti kami dari Divhumas akan melaksanakan rilis,” kata Isir kepada wartawan, saat saat mendampingi Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto ketika berkunjung ke Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Jakarta Pusat. (AFU.id)

Bagikan Ke :