Bupati Antonius Ginting Ajak Kader PKK Karo Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba Lewat Program PAAR

Karo2393 Dilihat

Berastagi, Karosatuklik.com – Bupati Karo Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, SP. OG, M.Kes, diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM mengajak seluruh kader PKK di Kabupaten Karo untuk memperkuat kemitraan dan meningkatkan efektivitas program.

Khususnya Program Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR), guna membentengi generasi muda dari ancaman pengaruh negatif seperti narkoba dan kenakalan remaja.

Ajakan tersebut dikatakan Bupati Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, SP. OG, M.Kes, diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Karo, Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM saat membuka kegiatan Monitoring Desa Percontohan Pelaksana Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) yang digelar di Jamburtaras Desa Rumah Berastagi, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Selasa (17/6/2026).

Kegiatan ini dihadiri Tim Monitoring dari Provinsi Sumatera Utara, mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Karo Ny. Milna Gelora Ginting, Camat Berastagi beserta Ketua TP PKK Kecamatan Berastagi, Camat Lau Baleng, Camat Mardingding, Camat Barus Jahe, Forkopimca, Kepala Puskesmas Berastagi, Kepala Puskesmas Korpri, Kepala Desa Rumah Berastagi beserta Ketua TP PKK Desa, serta para Kepala Desa dan Ketua TP PKK se-Kecamatan Berastagi.

Monitoring jadi Cerminan Keberhasilan Gerakan PKK

Dalam sambutan Bupati Karo yang dibacakan Sekda, disampaikan apresiasi kepada Tim Monitoring Provinsi Sumut yang berkenan hadir melakukan pembinaan dan monitoring di Desa Rumah Berastagi.

“Kehadiran Bapak/Ibu sekalian tentu menjadi motivasi besar bagi Kabupaten Karo untuk terus berbenah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sekda Gelora Kurnia Putra Ginting, menegaskan monitoring ini penting untuk memastikan pelaksanaan PAAR berjalan optimal, terarah, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Desa percontohan yang diunggulkan diharapkan menjadi cerminan keberhasilan Gerakan PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Peran PKK sangat strategis sebagai ujung tombak pemberdayaan keluarga. PKK mampu menyentuh langsung kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, hingga pelestarian lingkungan,” tegas Sekda membacakan amanat Bupati Antonius Ginting.

“Pemkab Karo memohon bimbingan dan arahan Tim Monitoring agar Desa Rumah Berastagi sebagai desa percontohan PAAR mampu bersaing sehat dengan kabupaten/kota lain di Sumut, serta dapat mengikuti tahap evaluasi selanjutnya,” ujar Gelora Kurnia Putra Ginting.

Tantangan Orang tua di Era Transformasi Digital

Lebih lanjut Bupati melalui Sekda mengajak seluruh pengurus PKK dan pimpinan OPD untuk terus bersinergi mewujudkan keluarga yang sejahtera, mandiri, dan berkualitas demi Indonesia Emas 2045.

Ia menyebut pola asuh anak merupakan faktor penentu dalam membangun generasi masa depan yang unggul, berakhlak dan berkarakter. “Suksesnya anak tergantung pada orang tuanya. Orang tua adalah garda terdepan dalam membentuk generasi emas di masa mendatang,” pesan Bupati Karo.

Sekda tak lupa menyoroti tantangan baru yang dihadapi orang tua di era transformasi digital yang begitu cepat. Menurutnya, kemajuan teknologi membawa peluang sekaligus risiko terhadap tumbuh kembang anak dan remaja.

“Orang tua harus mampu membimbing anak-anak agar tidak terjebak dalam ketergantungan digital. Literasi digital perlu ditingkatkan supaya anak-anak dapat memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan produktif,” ungkapnya.

Kegiatan monitoring kemudian dilanjutkan dengan pemaparan, diskusi, dan tinjauan langsung ke lapangan oleh Tim Monitoring Provinsi Sumut. Dalam giat monitoring tersebut turut menghadiri jajaran OPD terkait Pemkab Karo.

Monitoring Pelaksana Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) oleh TP PKK Sumut adalah agenda tahunan yang bertujuan untuk mengevaluasi implementasi program ketahanan keluarga dan pola asuh anak di desa-desa percontohan binaan.

Kegiatan ini mencakup penilaian administrasi, inovasi penanganan masalah sosial, dan pembinaan agar keluarga menjadi sahabat anak.

Untuk mengoptimalkan program ini, TP PKK Sumut menekankan beberapa fokus penting:

  • Peran Keluarga: Keluarga didorong menjadi lingkungan pertama yang aman bagi anak guna mencegah kenakalan remaja, pernikahan dini, penyalahgunaan narkoba, dan kekerasan.
  • Integrasi Digital: Di berbagai daerah, program ini sering dikaitkan dengan PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) untuk membimbing anak berinternet secara sehat.
  • Kolaborasi Lintas Sektor: Tim monitoring mengevaluasi sinergi antara pemerintah desa, kader PKK, dan masyarakat dalam mengatasi masalah spesifik di wilayah setempat. (R1)
Bagikan Ke :

Komentar