Lepas Pawai Akbar 1 Muharram 1448 Hijriah, Bupati Karo Ajak Masyarakat Maknai Semangat Hijrah

Karo2376 Dilihat

Kabanjahe, Karosatuklik.com – Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes. secara resmi melepas peserta Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah yang berlangsung di halaman Kantor DPRD Kabupaten Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Selasa (16/6/2026).

Para peserta tampak antusias mengenakan busana Islami dan membawa berbagai pernak-pernik yang menggambarkan syiar serta nilai-nilai keislaman.

Dalam kesempatan itu, Bupati Antonius Ginting dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan berharap momentum Tahun Baru Islam dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat kehidupan beragama yang harmonis di tengah masyarakat.

Bupati mengatakan peringatan Tahun Baru Islam bukan sekadar pergantian tahun, tetapi menjadi momentum untuk melakukan hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

“Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta mempererat persatuan dan kepedulian sosial ditengah masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, peserta dan masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini.

Mewujudkan Karo Beriman

“Melalui kegiatan ini, saya berharap cita-cita mewujudkan Karo Beriman semakin nyata di Taneh Karo Simalem yang kita cintai dan kita banggakan bersama.

Mari jadikan momentum Tahun Baru Islam ini sebagai pengingat untuk terus meningkatkan keimanan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga keharmonisan di tengah keberagaman yang kita miliki,” pesan Bupati.

Bupati juga turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan merawat kerukunan antarumat beragama yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Kabupaten Karo.

Menurutnya, keberagaman yang hidup berdampingan secara harmonis merupakan modal penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang unggul, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

“Semangat hijrah hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga sebagai perpindahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih produktif, serta dari perilaku yang kurang baik menuju akhlak yang lebih mulia,” tegas Bupati Karo. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar