Dihadiri Bupati Humbahas, Mendikbud Ristek Buka FTBIN 2024 Dengan Memukul Gondang

Humbahas, Sumut2312 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Dengan memukul gondang, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim bersama Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa E Aminudin Aziz membuka secara resmi Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN), Kamis (2/5/2024) di Jakarta.

FTBIN dihadiri Bupati Humbahas diwakili Kadis Pendidikan Humbahas Drs Jonny Gultom dengan mengusung tema “Melestarikan Bahasa Daerah, Menjaga Kebinekaan Indonesia”.

Sesuai tema, FTBIN merupakan bagian dari kegiatan diseminasi pelindungan bahasa yang diharapkan menjadi media untuk menyosialisasikan kegiatan pelindungan bahasa daerah yang dilaksanakan Badan Bahasa dan pemerintah daerah, terutama Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).

“Program revitalisasi bahasa daerah dan FTBIN tidak hanya melestarikan bahasa daerah, tetapi juga meningkatkan derajatnya dengan mendorong penggunaannya secara kreatif oleh adik-adik pelajar,” jelas Nadiem dalam pembukaan FTBIN itu.

“Penyelenggaraan FTBIN ini merupakan implementasi dari Merdeka Belajar Episode Ke-17 Revitalisasi Bahasa Daerah. Dimana pelaksanaannya mulai dari tingkat daerah secara berjenjang sampai ke tingkat nasional,” kata Nadiem.

Kurun waktu empat tahun ini, Kemendikbud Ristek melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah merevitalisasi 72 bahasa daerah di 226 kabupaten/kota di Indonesia. Tidak hanya itu, FTBIN juga telah melibatkan lebih dari 9,6 juta partisipasi yang terdiri dari pelajar, guru dan pegiat bahasa daerah.

“Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah bahasa daerah yang berhasil kita revitalisasi. Capaian ini tentunya bukan prestasi Kemendikbud Ristek, tapi buah dari gotong royong kita semua dalam memajukan bahasa daerah. Potensi bahasa daerah sebagai ekspresi budaya perlu terus digali dan dieksplorasi ke depannya,” ujarnya.

“Masih banyak bahasa daerah di Indonesia yang harus diupayakan pelestariannya dan pengembangannya guna mengatasi kepunahan bahasa, serta menjaga pewarisan pengetahuan lokal dari satu generasi ke generasi berikutnya” jelas Nadiem Anwar Makarim.

Aminudin Aziz mengatakan, FTBIN untuk kali kedua ini dilaksanakan dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional yang diperingati tiap tanggal 2 Mei. Tahun ini, FTBIN diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi atas semangat para generasi muda yang telah terpilih dalam FTBI (Festival Tunas bahasa Ibu) dari 25 provinsi pada tahun 2023 lalu.

Guna mencegah kepunahan Bahasa Daerah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa menggelar FTBIN 2024.

Ada tiga tujuan penyelenggaraan FTBIN

Pertama, memberikan apresiasi kepada para tunas bahasa ibu terpilih dari 25 provinsi atas semangatnya mempelajari bahasa daerah.

Kedua, menumbuhkan rasa cinta para generasi muda terhadap bahasa daerahnya.

Ketiga, meningkatkan kepedulian dan sikap positif masyarakat dalam berbahasa daerah.

718 Bahasa Daerah di Indonesia

Prof E Aminudin Aziz juga menjelaskan FTBI merupakan salah satu bagian dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) melalui ranah pendidikan.

Sebagai negara yang multikultural, bahasa daerah merupakan aset yang sangat berharga bagi masyarakat Indonesia dengan jumlah 718 bahasa.

Dalam FTBIN itu, 2 orang peserta dari Kabupaten Humbang Hasundutan ikut diundang dengan materi yang ditampilkan berpidato dan bercerita pendek menggunakan bahasa Batak Toba.

Pidato akan ditampilkan Miracle Bright Silaban dari SD 173315 Silaban Kecamatan Lintongnihuta sedangkan cerita pendek disampaikan Sry Kawani Sitohang dari SMPN 3 Pollung.

Kedua anak pelajar asal Humbang Hasundutan ini akan tampil pada Sabtu 4 Mei 2024 di Hotel Sultan Jakarta. (R1)

Komentar