Megawati Teken Akta Notaris Pendirian Kantor Megawati Institute

Politik2422 Dilihat

Jakarta, Karosatuklik.com – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menandatangani akta notaris pendirian Kantor Megawati Institute dalam acara Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Partai.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang berlangsung di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta pada Sabtu 10, Januari 2025.

Hadir pula anggota DPR RI Fraksi PDIP, anggota DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Megawati Institute merupakan lembaga nonprofit yang didirikan oleh Megawati Soekarnoputri sebagai wadah pemikiran (think tank) yang berfokus pada pengembangan ideologi Pancasila 1 Juni 1945. Lembaga ini merangkul pemikiran para cendekiawan, baik yang terafiliasi dengan PDI Perjuangan maupun dari kalangan independen.

Saat ini, Megawati Institute dipimpin oleh mantan Direktur Jenderal Kebudayaan, Hilmar Farid.

Selain itu, Megawati juga memimpin prosesi pemotongan tumpeng di hadapan ribuan kader partainya. Presiden Kelima Republik Indonesia ini didampingi oleh Ketua DPP PDIP, M.Prananda Prabowo, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, serta Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey.

Megawati kemudian memberikan potongan tumpeng secara khusus kepada sejumlah tokoh, di antaranya kakak sulung Megawati, Guntur Soekarnoputra, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Staf Sekretariat Partai Sri Mastuti, dan Satgas PDIP Broto.

Megawati memotong tumpeng lalu mempersilahkan mereka untuk melengkapi pilihan yang dikehendaki dari tumpeng yang tampak menjulang tersebut.

Dalam Rakernas yang dilaksanakan mulai 10 hingga 12 Januari 2026 ini, PDIP mengusung tema “Satyam Eva Jayate” dengan subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya”.

Satyam Eva Jayate merupakan semboyan dari bahasa Sanskerta yang berarti “Kebenaran Pasti Menang”. Sementara itu, subtema “Di Sanalah Aku Berdiri, Untuk Selama-lamanya” diambil dari kutipan lirik lagu kebangsaan Indonesia Raya pada stanza kedua, yang melambangkan kesetiaan menjaga kedaulatan bangsa. (Tempo.co)