Paspampres, Pasukan Gabungan Terbaik Melekat Presiden

Nasional3169 x Dibaca

Jakarta, Karosatuklik.com – Tugas berat menanti para anggota Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Mereka harus menyesuaikan diri dengan gaya kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang gemar blusukan dan tak mau dijauhkan dengan warga.

Setiap ada kegiatan, Paspampres harus membuat strategi pengamanan yang tidak biasa. Tak hanya itu, mereka juga wajib memikirkan langkah-langkah bila Jokowi membuat aksi spontan di luar rencana. Misalnya, dengan mengunjungi tempat tertentu di luar agenda, atau tiba-tiba keluar dari mobil.

Paspampres memiliki sejarah yang panjang. Dikutip dari Portal PPID Tentara Nasional Indonesia atau TNI, sejarah Paspampres diawali beberapa kali percobaan pembunuhan terhadap Presiden Sukarno yang sukses di cegah dan digagalkan serta mempertimbangkan dan mengantisipasi kondisi serupa di masa yang akan datang, atas usul Menkohankam/KASAB (Kepala Staf Angkatan Bersenjata) pada saat itu, Jenderal A.H Nasution, Presiden Soekarno mempunyai harapan untuk membentuk sebuah pasukan yang secara khusus bekerja untuk menjaga keamanan dan keselamatan jiwa Kepala Negara beserta keluarganya.

Paspampres, Pasukan Gabungan Terbaik Melekat Presiden

Pasukan khusus tersebut dikenal dengan Resimen Tjakrabirawa. Tjakrabirawa sendiri merupakan nama senjata pamungkas milik Batara Kresna yang dalam lakon wayang purwa dipergunakan sebagai senjata penumpas semua kejahatan. Bertepatan dengan hari ulang tahun lahir Presiden Soekarno tanggal 6 Juni 1962 dibentuklah kesatuan khusus Resimen Tjakrabirawa dengan Surat Keputusan Nomor 211/PLT/1962.

Resimen Tjakrabirawa dihasilkan dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan pengamanan Presiden Sukarno yang semula hanya dikawal oleh Detasemen Kawal Pribadi (DKP) dibawah pimpinan Komisaris Akbar Polisi Mangil Martowidjoyo, menjadi satuan yang bagiannya dipilih dari bagian-bagian terbaik dari empat angkatan yaitu Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian yang masing-masing angkatan terdiri dari satu batalyon dengan Komandannya Brigadir Jenderal Moh. Sabur dan Wakil Komandanya Kolonel Cpm Maulwi Saelan.

Tujuan dihasilkannya Resimen Tjakrabirawa ini sebagaimana dikatakan dalam amanat Presiden Soekarno pada upacara penganugerahan “Dhuaja” untuk Resimen Tjakrabirawa tanggal 9 September 1963.

Paspampres, Pasukan Gabungan Terbaik Melekat Presiden

Setelah 3 tahun bekerja, peran Tjakrabirawa sebagai Resimen Khusus yang bekerja melaksanakan pengawalan dan pengamanan terhadap Presiden Republik Indonesia beserta keluarganya yang belakang sekalinya pada tanggal 28 Maret 1966.

Kesatuan ini dilikuidasi berdasarkan surat perintah Menteri Panglima Angkatan Darat nomor Sprint/75/III/1966 karena ronde sejarah.

Paspampres bertugas pokok melaksanakan pengamanan fisik langsung jarak dekat setiap saat dan dimanapun berada kepada Presiden RI, Wakil Presiden RI, dan Tamu Negara setingkat Kepala Negara atau Pemerintahan beserta keluarganya, serta tugas protokoler khusus pada upacara-upacara kenegaraan yang dilakukan baik di lingkungan Istana Kepresidenan maupun di luar lingkungan Istana Kepresidenan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI.

Paspampres, Pasukan Gabungan Terbaik Melekat Presiden

Penulis teringat saat Jokowi menggelar kunjungan kerja ke pengungsi Sinabung, Kabajahe, Sumut. Sang presiden tidak mau hanya melihat acara seremoni yang sudah disiapkan. Dia memilih datang langsung ke pusat masalah dan menemui masyarakat sambil mendengar curhat mereka di kaki Gunung Sinabung.

Langkah ini tentu saja harus diantisipasi oleh pasukan pengaman. Termasuk ketika tiba-tiba di perjalanan, Jokowi memutuskan untuk turun dan menyapa warga yang berkerumun di pinggir jalan. Tak peduli hujan atau panas, yang penting presiden aman.

Jokowi kini bisa tetap dekat dengan rakyat, namun keamanannya terjaga. Begitulah tugas mulia yang diemban Paspampres sunguh sangat berat. Paspampres biasanya memakai jas lengkap dengan dasi, batik, kemeja dan lainnya. (R1/BerbagaiSumber)