Medan, Karosatuklik.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menegaskan komitmennya dalam memerangi peredaran narkoba secara konsisten melalui berbagai langkah pencegahan dan penindakan.
Salah satu upaya yang terus digencarkan adalah patroli gabungan di wilayah strategis yang diduga menjadi pintu masuk Narkoba serta pengawasan di kawasan rawan kenakalan remaja.
Sebagai bagian dari langkah tersebut, Pemprov Sumut telah menerjunkan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk melakukan patroli gabungan di Tanjungbalai dan Asahan.
Patroli menyasar wilayah yang diduga menjadi jalur masuk narkoba, tempat hiburan malam, hingga lokasi yang rawan kenakalan remaja.
Kepala Satpol PP Sumut Muttqien Hasrimy mengatakan, jalur masuk narkoba saat ini semakin rawan karena jaringan distribusinya berjalan secara terstruktur.
Hal itu disampaikannya pada temu pers yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumut, Medan, Rabu (24/6/2026).
“Maka tahun ini, Satpol PP bersama dengan personel gabungan TNI dan Polri bersama-sama melakukan patroli gabungan di pintu-pintu yang rawan,” kata Muttqien.

Selain itu, Satpol PP Sumut bersama personel gabungan juga melakukan patroli di sejumlah tempat hiburan malam. Dalam kegiatan tersebut, petugas melaksanakan tes urin terhadap pengunjung maupun pengelola tempat hiburan.
Operasi tersebut akan terus berlanjut. Sebelumnya, Pemprov Sumut juga pernah mengerahkan sekitar 2.000 personel gabungan yang terdiri atas Satpol PP, TNI, dan Polri untuk melakukan penertiban di tempat-tempat hiburan malam.
Tidak hanya fokus pada penindakan, Satpol PP Sumut juga menjalankan program pencegahan yang menyasar kalangan pelajar. Melalui program Mitra Pelajar, Pemprov Sumut memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai bahaya narkoba dan geng motor.
“Masalah fundamental kita adalah narkoba. Jika seseorang sudah terpapar, efek dominonya sangat merusak, terutama bagi keluarganya. Kami meyakini bahwa jika masalah narkoba ini bisa ditekan, angka kejahatan lain pun akan turun secara signifikan,” kata Muttqien. (R1)













Komentar