Pemprov Sumut dan Pemkab Karo Kolaborasi Siapkan Dua Jalur Akses Baru ke Wisata Air Panas Semangat Gunung

Karo2547 Dilihat

Medan, Karosatuklik com – Pemerintah Kabupaten Karo di bawah kepemimpinan Bupati Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mempercepat pengembangan kawasan Wisata Air Panas (Hotspring) Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka.

Hal ini disampaikan Bupati Karo, Brigjend Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG, M.Kes saat bertemu Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Senin (22/6/2026).

Langkah strategis ini diwujudkan melalui rencana pembangunan dua jalur akses baru guna meningkatkan kenyamanan wisatawan serta mengurai titik kemacetan di kawasan Berastagi.

Dua jalur alternatif baru yang akan segera dibangun meliputi rute Penatapan Berastagi–Desa Semangat Gunung dan Jaranguda–Desa Semangat Gunung.

Kehadiran infrastruktur ini dirancang untuk memotong waktu tempuh wisatawan dari berbagai arah tanpa harus menumpuk di jalur utama yang ada selama ini.

Pada kesempatan itu, Bupati Antonius Ginting, mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Sumut, Bobby Nasution atas kepedulian dan perhatian Pemprovsu membangun dua jalur alternatif baru dengan route Penatapan Berastagi–Desa Semangat Gunung dan Jaranguda–Desa Semangat Gunung.

Menurut Bupati, bahwa pembangunan infrastruktur ini akan memberikan dampak signifikan terhadap manajemen lalu lintas pariwisata di Kabupaten Karo. Wisatawan kini memiliki opsi jalur yang lebih efisien sesuai dengan asal kedatangan mereka.

“Jadi orang yang dari Medan bisa langsung ke lokasi tanpa harus ke Doulu dulu, dan yang dari Simalungun maupun Aceh Tenggara bisa melalui Jaranguda. Ini juga akan membantu memecah kemacetan lalu lintas,” ujar Bupati Karo.

Selain membenahi aksesibilitas, Pemkab Karo juga melakukan perombakan total pada sistem tata kelola ekonomi di kawasan wisata.

Skema pendapatan daerah ke depan akan dialihkan sepenuhnya berbasis pajak dan kontribusi sektor usaha legal, seperti restoran, penginapan, tempat pemandian, hingga fasilitas parkir.

Langkah ini berjalan selaras dengan kebijakan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang berkomitmen menghapus segala bentuk pungutan langsung kepada pengunjung demi menaikkan kelas destinasi wisata Sumut.

Terhadap masyarakat lokal yang selama ini mengelola retribusi mandiri, Bupati Karo memastikan mereka tidak akan kehilangan mata pencaharian, melainkan akan diberdayakan secara profesional.

“Masyarakat yang selama ini terlibat dalam pengelolaan retribusi akan diarahkan ke pekerjaan yang lebih profesional dalam mendukung operasional kawasan wisata,” tambah Bupati Antonius Ginting.

Kuta Wisata

Pemkab Karo juga menyambut baik dorongan Pemprov Sumut untuk membentuk kampung (Kuta -Bhs Karo) wisata sebagai pusat oleh-oleh dan kuliner lokal melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Audiensi strategis ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi kedua pemerintahan, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sumut Basarin, Yunus Tanjung, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Chandra Dalimunthe, Kepala Dinas Kominfo Sumut, Erwin Hotmansah Harahap, serta Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting.

Melalui pembangunan infrastruktur yang agresif dan reformasi tata kelola pariwisata ini, Pemkab Karo optimistis kawasan Wisata Air Panas Semangat Gunung akan bertransformasi menjadi destinasi unggulan yang tertata rapi, mudah dijangkau, dan mampu memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Karo.

Pengunjung Anjlok 80 Persen

Sebelumnya dikabarkan, polemik pengutipan retribusi yang berujung bentrokan di kawasan wisata Pemandian Air Panas Doulu, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, kini berbuntut panjang.

Bukan hanya memicu keresahan di tengah masyarakat, konflik tersebut juga membuat denyut pariwisata di kawasan itu nyaris lumpuh.

Dua pekan pascainsiden dan viralnya isu pungutan berlapis di media sosial, jumlah wisatawan yang datang dilaporkan merosot drastis hingga mencapai 80 persen.

Dampaknya langsung menghantam pelaku usaha pemandian air panas, penginapan, hingga pedagang yang menggantungkan hidup dari ramainya kunjungan wisata.

Sejumlah pelaku usaha berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dan menghadirkan solusi atas polemik pengelolaan retribusi yang terjadi.

Mereka khawatir jika konflik terus berlarut, dampaknya bukan hanya penurunan pendapatan sementara, tetapi juga hilangnya kepercayaan wisatawan terhadap salah satu destinasi andalan Kabupaten Karo tersebut.

Aksi Demo Warga

Seperti diketahui, ratusan warga dari Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, dan Desa Daulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, mendatangi Kantor Bupati Karo terkait polemik retribusi masuk ke pemandian air panas, Kamis (4/6/2026).

Dengan menggunakan pengeras suara, massa menyampaikan enam poin tuntutan terkait dugaan penerbitan mandat retribusi air panas yang dinilai bermasalah.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Karo, Komando Tarigan, yang menemui massa menyampaikan bahwa untuk menjaga kondusivitas, surat keputusan (SK) yang baru maupun yang lama akan dicabut.

“Untuk sementara, demi menjaga keamanan dan ketertiban, SK yang baru akan dicabut dan SK yang lama juga akan dicabut.

Untuk mekanisme selanjutnya, silakan dimusyawarahkan kembali oleh kedua desa,” ujar Komando saat itu. (R1)

Bagikan Ke :

Komentar