oleh

Penyekatan dan Perubahan Perilaku Efektif Tekan Pandemi Covid-19

-Karo-232 x Dibaca

Berastagi, Karosatuklik.com – Dua hari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Resort (Polres) Tanah Karo, terus menggencarkan sosialisasi protokol kesehatan dan penyekatan larangan Mudik.
Pos penyekatan, Pospam, Pos Pelayanan di 7 lokasi yang berpencar di wilayah semakin mengetatkan protokol kesehatan perjalanan.

Kapolres AKBP SH, SIK menegaskan, Kabupaten Karo merupakan wilayah Algomerasi, yang artinya masyarakat yang dari wilayah Algomerasi bisa melintas, namun tetap tidak bisa mudik.

Ini harus menjadi atensi bagi kita terkhusus pada Pos Pam I Doulu perbatasan Kabupaten Karo – Deliserdang untuk antisipasi pengendara yang melintas, harus jelas tujuannya dan memiliki kelengkapan surat keterangan dari instansi yang berwenang dengan status masyarakat tersebut.

Pemeriksaan seperti Rapid Test dan swab dengan sistem random dan pemeriksaan urine bagi supir sehingga yang dapat melintas benar-benar sehat dan bebas dari pengaruh obat obatan seperti narkoba, sebutnya.

Baca Juga :  Diduga Masih di Indonesia, Polri Tak Bisa Jawab Lokasi Harun Masiku

“Tindakan putar balik bagi kendaraan diindikasi melaksanakan mudik dan berasal dari wilayah luar aglomerasi dengan mempedomani Permenhub 13 tahun 2021. Setiap Pos, laksanakan pemantauan dan laporkan jumlah kendaraan yang berlalu lalang setiap jamnya serta dilaporkan segala kegiatan yang dilakukan di Pos, laksanakan live report pagi dan malam,” ucapnya, Selasa 10 Mei 2021.

Demikian halnya, patroli ke dalam obyek wisata, terkhusus Doulu dan Siosar, bila kepadatan obyek wisata sudah melebihi 50% kapasitas agar tutup jalan masuk di Simpang Doulu dan Simpang Singa yang menuju Siosar dan laksanakan himbauan Prokes di Pasar Buah Berastagi dan rumah makan, ujar Kapolres.

“Agar disampaikan kepada anggota, dalam pelaksanaan tugas benar-benar melaksanakan tugas dengan baik, tegas namun humanis. Diingatkan juga kepada anggota untuk tidak ada yang tidak melaksanakan tugas dalam operasi terlebih meninggalkan daerah operasi, jika melanggar hal tersebut adalah pelanggaran berat.,” tutur Setyo.

Baca Juga :  Dilema Rencana Belajar Tatap Muka yang Semakin Dekat dan Lonjakan Covid-19 Kian Tak Terbendung, Bagaimana di Kabupaten Karo?

Mempertajam Sosialisasi Perubahan Perilaku

Dalam konteks pandemi saat ini, lanjut Kapolres, setiap individu tidak boleh ragu dalam mengajak masyarakat yang lainnya untuk tertib menerapkan protokol kesehatan. Karena, menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan memang sangat penting mencegah terinfeksi .

“Harusnya kalau kita sadar, bahwa ini adalah caranya. Maka kita harus bisa mengingatkan orang lain dengan gotong-royong menyadarkan mereka,” tutur AKBP Setyo.

Dalam mendorong budaya baru tersebut, setiap individu dapat membantu mengingatkan masyarakat untuk disiplin dengan cara yang sopan dan santun. Sehingga, warga yang diingatkan itu dapat tersentuh hatinya dan menyadari betapa pentingnya penerapan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

“Tentulah gunakan pendekatan yang santun. Mungkin minta maaf dulu untuk mengingatkan karena saling mengingatkan ini tujuannya adalah untuk melindungi sesama,” imbuhnya. (R1)

Komentar

Topik Terkait